Pengenalan: Grammar
Introduction to Grammar WRITTEN BY Diah Anggraeni

Mari Berkenalan dengan English Grammar

Berteman dengan grammar itu menyenangkan!

Sebagai pembelajar bahasa asing (second language learners), ketika kita mendengar kata grammar, hal pertama yang mungkin hadir di benak kita adalah rumit, pusing, sulit, dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Tetapi, bagaimana kita dapat berpikir jika grammar itu sulit padahal kita belum benar-benar mengenal grammar. Pada artikel ini, kita akan mengetahui seberapa pentingnya grammar!

Pertama, mari kita ketahui apa itu grammar!

 

Universal grammar consists of a set of unconscious constraints that let us decide whether a sentence is correctly formedi.

 

Grammar terdiri dari sebuah set batasan-batasan yang membuat kita dapat menentukan bahwa sebuah kalimat memiliki bentuk yang benari. Secara sederhana, grammar merupakan sebuah aturan untuk merangkai kata hingga menghasilkan makna agar dapat dipahami oleh pembaca atau pendengar. Semua bahasa yang ada memiliki grammar-nya masing-masing karena setiap grammar merupakan sistem konvensional yang menggabungkan frasa atau kalimat yang dimiliki bahasaii.

Language without grammar would… leave us seriously handicappediii.

 

Bisa dibayangkan bahasa tanpa grammar? Let see an example below.

1. Fast at the park run he.

    Atau

2. A: Did you take her bag yesterday?

    B: No, I take mine.

 

Pada contoh (1), kalimat tersebut memiliki struktur yang salah dan tidak dapat dipahami, sedangkan pada contoh (2), kalimat tersebut mudah dipahami tetapi memiliki struktur yang salah, karena B seharusnya menggunakan past tense ‘took’ bukan ‘take’ karena menjelaskan atau menjawab hal yang sudah terjadi kemarin, atau lebih benar lagi jika B menjawabnya dengan ‘No, I did not. I took mine’.

Dari contoh sederhana tersebut, kita dapat mengetahui bahwa grammar sangat penting agar suatu komunikasi dapat berjalan baik dan lancar dan tidak ada kesalahan atau miscommunication dalam memahami maksud atau makna dari kalimat atau ujaran yang ada.

Sebagai pembelajar bahasa asing (second language learners), merupakan hal yang lumrah ketika kita melakukan banyak kesalahan dalam membuat atau menuturkan kalimat bahasa asing karena kita diekspos oleh, setidaknya, dua bahasa dalam satu waktu. Hal yang selalu diingat adalah jangan takut melakukan kesalahan karena learner pasti melakukan kesalahan; belajar merupakan sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak bisa menjadi bisa, so don’t be afraid and just take it easy.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

References

iChomsky, N.  (1986). Knowledge of language: its nature, origins and use. New York: Praeger.

iiHurford, J.R. (1994). Grammar: A student’s guide. Cambridge: Cambridge University Press.

iiiBatstone, R. (1994). Grammar. Oxford: Oxford University Press.