Perkenalan dan Memulai Percakapan
Introduction and Opening Conversation WRITTEN BY Imam Sulaeman

 

Hai sahabat belajarbahasa, dalam video pertama ini kita akan membahas tentang introduction (perkenalan), dan opening conversation (membuka percakapan). Nah, untuk lebih memahami ungkapan-ungkapan bahasa Inggris yang biasa dipakai dalam situasi ini, kita akan mempelajarinya dalam bentuk dialog.

Sebelumnya, mari kita berkenalan dulu dengan karakter-karakter di dalam dialog ini. Ada tiga orang dalam dialog ini, Aan, Gisni dan Imam. Aan ini orang Solo, selepas lulus kuliah di Yogyakarta dia dapat kerjaan di Bandung, jadilah sekarang dia tinggal di Bandung, jadi anak perantauan ceritanya.

Di tempat kerjanya yang baru, Aan berkenalan dengan Gisni. Gisni sebagai teman barunya, ngenalin dia ke teman-temannya yang lain. Lagian kalau kita lagi bareng teman baru, terus ketemu teman yang lain pasti dikenalin kan? Kebetulan pas Gisni dan Aan ngobrol, datang nih Imam temannya Gisni. Dikenalin lah Aan ke Imam.

Cara ngenalinnya pake bahasa Inggris dong, cara ngomongnya gimana? ini dia dialognya:

 

DIALOGUE

Aan is from Solo but now he lives in Bandung, Aan meets Gisni at work, then Gisni introduces him to Imam

Gisni      : Imam, I’d like you to meet my friend from Solo, Aan

Imam    : How do you do?

Aan       : How do you do?

Imam    : What do you think of life in Bandung?

Aan       : I’m still feeling pretty homesick

Imam    : It’s bound to be strange at first

Aan       : And I don’t understand the language

Gisni     : Don’t worry we’ll teach you, right Imam?

Imam    : Yes we will

Aan      : Thank you

 

USEFUL EXPRESSION

Pada dialog tadi, sahabat belajarbahasa bisa mengetahui bagaimana cara Gisni ngenalin Aan ke Imam, bagaimana cara Imam menyapa orang yang baru dikenal, dan ungkapan bahasa Inggris lainnya.

Yang perlu sahabat ingat adalah, ada banyak ungkapan atau cara lain, tidak hanya yang ada dalam dialog saja. Kita juga bisa menggantinya dengan yang lain, misalnya:

 

1. Memperkenalkan seseorang kepada teman atau keluarga

Imam, I’d like you to meet my friend from Solo, Aan.

Kita juga bisa menggantinya dengan:

 

Imam, this is Aan, my friend at work.

Imam, this is my new partner from Solo, Aan.

Imam, I’d like to introduce my friend from Solo, Aan.

 

2. Menyapa dan menjawab sapaan seseorang yang baru saja dikenal

A: How do you do?

B: How do you do?

Kita juga bisa lho menggantinya dengan:

 

A: Hi

B: Hi

atau

A: Hello

B: Hello

 

3. Menanyakan pendapat seseorang tentang tempat atau hal yang baru

What do you think of life in Bandung?

Kita juga bisa menggantinya dengan:

 

How do you find things over here?

How do you like Bandung?

What are your first impressions of Bandung?

 

4. Bagaimana cara memberikan opini tentang tempat atau hal yang baru

I’m still feeling pretty homesick.

Kita juga bisa menggantinya dengan:

 

If it wasn’t for the traffic jam, I’d like it very much.

It’s quite different from what I expected.

Of course, it’s much colder here than it is at home.

 

5. Bagaimana cara memberikan tanggapan opini tentang atau hal baru

It’s bound to be strange at first.

Kita juga bisa menggantinya dengan:

 

It won’t take you long to settle down.

Don’t worry, you’ll soon get used to it.

Never mind, you’ll be alright in a week or two.


Sahabat belajarbahasa tinggal memilih saja satu diantaranya, karena semua ungkapan-ungkapan di atas memiliki arti yang sama dan bisa digunakan baik itu dalam situasi formal ataupun informal.

Untuk lebih jelasnya, sahabat belajarbahasa juga bisa menyimak videonya di kanal youtube belajarbahasa.id. Simak juga artikel dan video pembelajaran yang lainnya di belajarbahasa.id atau download aplikasi Android belajarbahasa di Google Play Store.

Selamat belajar!

 

GLOSSARY

bound to        : pasti

get used to    : terbiasa

homesick      : rindu rumah,kampung halaman

impression    : kesan

never mind    : tidak apa-apa

settle down    : menetap, nyaman dengan suatu keadaan atau tempat

soon              : segera

strange          : aneh

traffic jam      : kemacetan lalu lintas

 

Sumber:

Ockenden, Michael. 1986. Situational Dialogue Revised Edition. Longman Group UK Limited. Hal: 64-65