Jenis-Jenis Verba Transitif: Verba Ekatransitif, Verba Dwitransitif, dan Verba Semitransitif
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 13/09/2018 edited 22/09/2018

Verba transitif adalah verba/kata kerja yang memerlukan objek sehingga objek tersebut bisa menjadi subjek ketika kalimat tersebut dipasifkan.

a. Ayah membunuh ular

b. Ular dibunuh ayah

Pada kalimat (a) ular adalah objek kalimat dan pada kalimat (b) ular adalah subjek kalimat. Sampai sini paham ya?

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Tenses Secara Garis Besar

Ada tiga jenis verba transitif di dalam bahasa Indonesia, yaitu verba ekstransitif, verba dwitransitif, dan verba semitransitif.

1. Verba Ekatransitif

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa verba ekatransitif adalah verba yang hanya diikuti oleh satu objek, misalnya:

a. Budi membuat roti bakar.

b. Ibu sedang menanak nasi

2. Verba Dwitransitif

Verba dwitransitif adalah verba yang diikuti oleh objek dan pelengkap.

a. Ayah sedang membuatkan kakak layang-layang

b. Ibu menamai bayinya Winda

Pada contoh di atas, layang-layang dan Winda adalah pelengkap karena tidak bisa menjadi subjek ketika dipasifkan. Seentara itu, kakak dan bayinya dapat kita jadikan subjek ketika menjadi kalimat pasif.

a. Kakak dibuatkan layang-layang oleh ayah.

b. Bayinya dinamai Winda oleh Ibu.

3. Verba Semitransitif

Verba semitransitif adalah verba yang bisa diikuti oleh objek dan bisa juga tidak diikuti oleh objek. Hal ini berbeda dengan verba ekatransitif di mana keberadaan objek harus ada.

a. Ayah sedang membaca buku

ayah sedang membaca

b. Ayah sedang menonton televisi

ayah sedang menonton

c. Ayah sedang menembak burung

ayah sedang menembak