Partikel Subjek dan Topik dalam Bahasa Korea
Ditulis oleh Lita Rizki Fauziah Published 08/08/2017 edited 18/10/2017

Tidak seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Korea mempunyai 2 jenis partikel yang berfungsi untuk menunjukkan subjek kalimat yaitu partikel subjek dan partikel topik.

1. Partikel Subjek

Partikel subjek ~이/가 digunakan setelah kata benda untuk menunjukkan subjek. Partikel ~이 diletakkan setelah kata yang berakhiran dengan huruf konsonan, sedangkan partikel ~가 diletakkan setelah kata yang berakhiran dengan huruf vokal.

Contoh:

  1. 이 책이 쌉니다

Baca : (i chaeg-i ssam-ni-da)

Arti : Buku ini murah.

  1. 이 잡지가 비쌉니다

Baca: (i jap-ji-ga bis-sam-ni-da)

Arti: Majalah ini mahal.

2. Partikel Topik

Partikel topik ~은/는 digunakan sebagai keterangan subjek dan berfungsi untuk memberi penekanan pada kalimat. Partikel topik bisa digabung dengan objek, pelengkap, kata keterangan, dan sebagainya. Partikel ~은 diletakkan setelah kata yang berakhiran dengan huruf konsonan, sedangkan partikel ~는 diletakkan setelah kata yang berakhiran dengan huruf vokal.

Contoh:

  1. 저는 회사원입니다

Baca: (jeo-neun hoe-sa-won-im-ni-da)

Arti: Saya adalah seorang karyawan.

  1. 제 동생은 선생님입니다

Baca: (je dong-saeng-eun seon-saeng-nim-im-ni-da)

Arti: Adik saya adalah seorang guru.

3. Perbedaan Partikel Subjek dan Partikel Topik

Partikel subjek biasanya digunakan saat sebuah subjek diungkapkan untuk pertama kalinya. Setelah itu, subjek tersebut ditambah dengan partikel topik ~은/는. Fungsi lain partikel topik ~은/는 adalah sebagai pembanding. Jika ditambahkan setelah subjek atau objek sebuah kalimat, partikel ~은/는 menunjukkan perbedaan antara subjek atau objek tersebut.

Contoh:

  1. 이 사과가 맛있습니다

Baca: (i sag-wa-ga ma-sis-seum-ni-da)

Arti : Apel ini enak.

  1. 이 사과는 맛있습니다

Baca: (i sag-wa-neun ma-sis-seum-ni-da)

Arti : Apel ini enak (dibanding buah-buahan yang lain).

Selamat belajar :D