Membuat Janji Formal
Making a Formal Appointment WRITTEN BY Gisni Gilbaryan

Sahabat belajarbahasa, tidak semua orang yang ingin kita temui langsung bisa kita temui saat itu juga. Ada beberapa situasi yang mengharuskan kita membuat janji terlebih dahulu jika kita ingin bertemu seseorang. Situasi tersebut misalnya, ketika kita ingin membuat janji dengan rekan bisnis, dokter, guru, atau dosen. Untuk bertemu dengan orang-orang seperti ini, biasanya kita harus membuat janji dengan sekertaris, manager atau asistennya terlebih dahulu.

Agar kita tahu apa saja yang harus dibicarakan ketika berhadapan dengan situasi seperti itu, sahabat harus mempelajari terlebih dahulu ungkapan-ungkapan yang sering digunakan. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan dialog yang terjadi diantara Gisni dan Diah berikut ini,

Menerima telepon dan membuatkan janji untuk atasan adalah salah satu tugas Diah sebagai seorang sekertaris di Kodelokus. Dialog kali ini adalah salah satu contoh percakapan ketika Diah menerima telepon dari Gisni yang ingin bertemu dengan atasannya, pak Yogi.

Dialog lengkapnya seperti ini:

DIALOGUE

Diah : Good morning, it’s Kodelokus office, Diah Anggraeni speaking

Gisni : Good morning I’m Gisni from belajarbahasa.id

Diah : How may I help you Ms. Gisni?

Gisni : I would like to arrange an appointment with Mr. Yogi.

Diah : Ok, what sort of time would suit you?

Gisni : Will he be able to see me at 9.15 tomorrow?

Diah : I’m afraid not. He’s got rather a full day tomorrow.

Gisni : Is Friday any good?

Diah : Yes, Friday is fine.

Gisni : If possible, I’d like to meet him in the morning.

Diah : Yes, I’ll make a note of it. Friday at 8 am?

Gisni : Perfect, thank you.

Diah : You are welcome.

USEFUL EXPRESSIONS

1. Membuat janji bertemu

Pertanyaan ini bisa sahabat gunakan untuk membuat janji sekaligus menanyakan apakah yang bersangkutan bersedia atau tidak.

Dalam dialog, Gisni menggunakan pertanyaan:

Will he able to see me at 9.15 tomorrow?

Bisa sahabat ganti sesuai waktu yang kita tawarkan, misalnya:

I wonder whether the doctor could fit me in early tomorrow?

Do you think the staff manager could see me tomorrow before 10?

I’d like to fix an appointment with the principal. Would nine tomorrow be all right?

2. Menyarankan waktu yang lain

Jika kita kebetulan berada di posisinya Diah sebagai seorang sekertaris, asisten atau manager dan ingin menginformasikan waktu yang ditawarkan tidak bisa, maka kita bisa menggunakan ungkapan-ungkapan seperti ini:

I’m afraid not. He’s got rather a full day tomorrow.

Sorry, but he’s fully booked till eleven unless there’s a cancellation.

She won’t be in till 11, so the earliest would be 11.30.

I’m afraid there’s nothing before midday.

3. Mengatur waktu bertemu

Apabila kita ingin mengatur ulang janji bertemu dengan seseorang, ungkapan-ungkapan seperti ini bisa digunakan:

Is Friday any good?

Could I make it quarter to one?

How about 12.45?

Would ten to one be convenient?

4. Menyetujui atau menolak janji bertemu

Terkadang karena semua jadwal sudah penuh, kita harus menolak janji untuk bertemu. Berikut adalah contoh ungkapan untuk menyetujui atau menolak janji bertemu:

Yes, I’ll make a note of it.

Yes, he’s free then.

Sorry again, but I’ll ring you if somebody cancels.

Sorry, but he’s taken too.

Selain di www.belajarbahasa.id dan di kanal youtube belajarbahasa.id, sahabat juga bisa mengikuti timeline fanpage belajarbahasa di Facebook. Jangan lupa like dan share ya! Thank you. Belajar bahasa Inggris yang mudah dan dapat langsung dipraktekkan ya disini tempatnya.

Selamat Belajar!

GLOSSARY

Arrange : mengatur

Appointment : janji

Principal : kepala sekolah

The earliest : paling awal

Midday : siang hari

Cancel : membatalkan

Sumber:

Ockenden, Michael. 1986. Situational Dialogue Revised Edition. Longman Group UK Limited. Hal: 34