Pengenalan: Klausa
Introduction to Clause WRITTEN BY Diah Anggraeni

 

Dalam setiap kalimat yang lengkap pasti memiliki setidaknya satu klausa. Klausa itu sendiri merupakan gabungan apapun antara subjek dan verb (kata kerja)i, dimana subjek dan verb merupakan unsur terpenting dalam kalimat. Klausa dapat berbentuk dependent dan independent. Independent clause merupakan klausa utama atau klausa inti yang terdiri dari subjek dan kata kerja (verb) yang mengandung dasar pemikiran atau makna yang lengkapii. Sedangkan, dependent clause adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri, dan kehadirannya hampir selalu ditunjukkan dengan satu kata di awal klausa yang berbentuk subordinating conjunction, interrogative, atau relative pronouniii.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, kalimat yang lengkap dalam Bahasa Inggris harus memiliki setidaknya satu klausa utama yang terdiri dari subjek (noun/ pronoun) dan kata kerja (verb) yang baik membutuhkan objek langsung ataupun pelengkap (complement). Selain itu, kalimat tersebut juga harus memiliki ide ataupun pemikiran yang lengkap.

Contoh:

a. Roro and Rara are going to the office.

   [Roro dan Rara berangkat ke kantor.]

 

Roro and Rara

are going

to the office

subjek (noun)

verb

complement

 

Pada contoh a, kalimat tersebut merupakan independent clause atau klausa utama karena dapat berdiri sendiri tanpa klausa lain. Contoh kalimat 1 terdiri dari subjek (noun) ‘Roro and Rara’, dan kata kerja (verb‘go’, sedangkan ‘to the office’ merupakan pelengkap (complement). Pada contoh kalimat a, kalimat tersebut memiliki ide atau isi yang sudah utuh atau lengkap karena jelas menjelaskan tentang subjek yang sedang berangkat ke kantor.

Contoh:

b. After Budi won, Budi was so happy.

   [Setelah Budi menang, Budi begitu senang.]

 

After

Budi

won

Budi

was

so happy

conjunction

subjek (noun)

verb

subjek (noun)

verb (linking verb)

adjective

Clause 1

Clause  2

Dependent clause

Independent clause

 

Pada contoh b, kalimat tersebut terdiri dari dua klausa, ‘after Budi won’ merupakan klausa pertama, dan ‘Budi was so happy’ merupakan klausa kedua. Pada klausa pertama, ‘After Budi won’ [Setelah Budi menang], kalimat yang dihadirkan belum memiliki isi yang lengkap atau pesan yang disampaikan belum lengkap. Oleh karena itu, klausa tersebut bergantung pada hadirnya klausa lain agar isi kalimat tersaji dengan baik atau disebut sebagai dependent clause. Sedangkan, klausa lainnya yaitu ‘Budi was so excited’ merupakan independent clause karena dapat berdiri sendiri dan isi kalimatnya lengkap meskipun klausa awal dihilangkan.

Meskipun dalam tulisan akademik, kalimat yang baik adalah kalimat yang harus memiliki subjek dan verb (kata kerja/predikat), pada tulisan non-akademik, tidak semua kalimat lengkap menunjukkan secara jelas subjeknya, khususnya sering dijumpai dalam kalimat perintah (imperative) seperti contoh: Beware! atau Be careful!

Selain itu, beberapa penulis atau sumber lain tidak mengikuti struktur kalimat tradisional yang mengharuskan setiap klausa dependent harus diiringi hadirnya klausa independent, dan menggunakan frasa dan klausa dependent sebagai kalimat lengkap, seperti pada kalimat: ‘Because I think so.

Mempelajari dan mengetahui klausa akan sangat membantu meningkatkan kualitas tulisan kita, khususnya dalam academic writing. Pada pembahasan selanjutnya akan dibahas lebih dalam mengenai jenis klausa yaitu noun clause, adjective clause (relative clause), dan adverbial clause.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Reference

iWoods, G. (2010). English grammar for dummies; 2nd edition. Indiana: Wiley Publishing, Inc.

iiChapter 2; Phrases and clauses. (n.d). Retrieved January 28, 2016, from http://wserver.flc.losrios.edu/~royert/engwr101/grammar_punct_packets/royer_grammar_and_punctuation_chapter_2.pdf

iiiGambrill, P. (2014). Independent and dependent clauses. Retrieved from http://www.sjsu.edu/writingcenter/handouts/Independent%20and%20Dependent%20Clauses.pdf