Perbedaan Metafora dan Simile

Ditulis oleh Aan Setyawan

Metafora dan simile termasuk ke dalam majas perbandingan. Metafora adalah gaya bahasa perbandingan dengan membandingkan antara satu objek dengan objek lain dengan melihat persamaannya. Kajian metaphor yang sedang digandrungi adalah pendekatan conceptual metaphor di mana ada ranah sumber dan ranah sasaran objek yang dibandingkan. Misalnya metafora konseptual adalah: MARAH ADALAH AIR MENDIDIH. Kita bisa buktikan dengan sifat-sifat yang sama antara marah dan air mendidih seperti tercermin pada kalimat metaforis di bawah ini:

a. Amarahnya meluap.

b. Dia telah dibakar oleh amarah.

Meluap adalah ciri dari air yang mendidih. Ketika air meluap artinya air tersebut keluar dari tempatnya. Marah memiliki sifat yang sama dengan air yang mendidih. Ketika seseorang meluap amarahnya artinya ia telah dalam keadaan paling marah. Begitu juga pada kalimat (b) amarah diibaratkan seperti air yang dibakar; panas. Itulah kenapa seseorang yang marah merasa hatinya panas seperti panasnya air yang mendidih.

Simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang sama, dinyatakan secara eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana.

a. Sifatnya memang keras seperti batu.

b. Kecantikanmu laksana bunga tulip yang mekar.

Kedua contoh di atas menunjukkan adanya persamaan sifat dari objek satu yang dianggap sama dengan objek lain dengan menggunakan preposisi seperti, bagai dan laksana, padahal jelas sekali hal yang dibandingkan adalah berbeda objeknya.