Perbedaan Makna Denotasi dan Konotasi
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 30/10/2017 edited 11/12/2017

Ø DENOTASI

Denotasi merupakan makna lugas atau makna yang sesungguhnya. Tidak ada rasanya. Nilai apa adanya, berkaitan dengan leksikologi dalam kamus secara umum, makna leksikal. Contoh: banyak bintang di langit (bintang berarti benda yang bercahaya di langit), banyak bunga di taman itu (bunga berarti bagian dari tanaman), dan lain sebagainya.

Contoh dalam bahasa Jepang:

父 = 親父 「人間」+「男性」+「一世代上」

Chichi = Oyaji (ningen) + (dansei) + (ichi sedai ue)

Ayah sama dengan orang tua berjenis kelamin laki-laki dan berada satu generasi di atas. Makna denotatif dari kedua kata chichi dan oyaji tersebut sama, namun penggunaannya berbeda. Chichi digunakan dalam keadaan lebih formal dan halus, sedangkan oyaji terkesan lebih dekat dan akrab.

Ø KONOTASI

Konotasi merupakan makna kias atau makna dari makna. Sudah ada nilai rasa, artian yang lain. Ditautkan kepada referensi yang lain, biasanya bicara pada masalah sinonim. Konotasi sebuah kata bisa terjadi melalui proses akulturasi. Contohnya adalah kata 'perempuan' dahulu berarti suci dan bagus, namun semenjak kedatangan Jepang berubah jadi negatif. Berikut contoh lain dari konotasi.

  • Marco van Basten dan Ruud Gullit adalah bintang lapangan pada perebutan Piala Eropa. Kata bintang pada kalimat tersebut berarti pemenang atau juara.
  • Lisa adalah bunga desa di kampung ini. Kata bunga desa berarti gadis tercantik di kampung.