Bentuk dan Fungsi Afiks/Imbuhan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia Ragam Informal
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 14/06/2017 edited 13/08/2017

Saat saya akan membahas artikel mengenai imbuhan-imbuhan ragam informal bahasa Indonesia, saya menemukan artikel yang cukup bagus dalam menjelaskan imbuhan ragam informal bahasa Indonesia yang yang ditulis oleh Zein (2011). Tulisan tersebut juga telah dimuat di dalam LINGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 6(1). ISSN 1693 - 4725. Artikel yang ia bahas cukup panjang, saya mencoba menyadur temuan dan simpulan dari artikel tersebut. Ini dia beberapa imbuhan/afiks ragam informal bahasa Indonesia:

1. Afiks Pembentuk Verba

Afiks Tidak Baku n-

Afiks n- memiliki alomorf _m-, ny-,__ng-,_ dan _nge-_

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Prefiks n- nerjang menerjang
nuduh menuduh
nangkep menangkap
nerima menerima
negur menegur
Prefiks m- mukul memukul
mimpin memimpin
Prefiks ny- nyoba mencoba
nyiram menyiram
nyuruh menyuruh
nyimpen menyimpan
nyeberang menyeberang
Prefiks ng- nganggep menganggap
ngamuk mengamuk
ngambil mengambil
ngajak mengajak
ngaruh berpengaruh
Prefiks nge- ngerasa merasa
ngebayar membayar
ngebuka membuka
ngebantu membantu
ngelepas melepas

Afiks Tidak Baku ke-

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Prefiks ke- kebayang terbayang
keinjek terinjak
kekabul terkabul
kepergok terpergok
keulang terulang
ketipu tertipu
kewujud terwujud

Afiks Tidak Baku –in

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Sufiks –in ceritain ceritakan
betulin betulkan
manjain memanjakan
gangguin mengganggu
samain menyamakan

Afiks Tidak Baku –an

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Sufiks -an gantian bergantian
ikutan ikut
musuhan bermusuhan
sabunan memakai sabun
temenan berteman
tukeran saling bertukar

Afiks Tidak Baku n-in

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Konfiks n-in nanyain menanyakan
nunjukin menunjukkan
mentingin mementingkan
megangin memegangi
nyelametin menyelamatkan
nyempetin menyempatkan
ngorbanin mengorbankan
ngadepin menghadapi
ngebuktiin membuktikan
ngewarnain mewarnai

Afiks Tidak Baku di-in

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Afiks di-in diberesin dibereskan
dikagumin dikagumi
diperhatiin diperhatikan
diselipin diselipkan
ditemenin ditemani

Afiks Tidak Baku ke-an

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Afiks ke-an kedengeran terdengar
ketemuan bertemu

2. Afiks Pembentuk Nomina

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Sufiks –an beneran hal yang benar
ginian hal begini/seperti ini
kawinan perkawinan
maenan permainan
parkiran tempat parkir

3. Afiks Pembentuk Ajektifa

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Sufiks -an duluan lebih dulu
gendutan lebih gendut
karatan berkarat
palingan mungkin
sabaran sabar
Afik ke-an kebagusan terlalu bagus
kecentilan terlalu centil

4. Afiks Pembentuk Adverbia

Bentuk Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku
Sufiks –an sanaan -
cepetan secepatnya
buruan secepatnya
Sufiks –san barusan baru saja
Afiks se-an sepagian sepanjang pagi

Makna Afiks Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia Ragam Informal

1. Afiks tidak baku pembentuk verba n-

Afiks tidak baku n- yang memiliki alomorf m-, ny, ng-, nge- memiliki kesamaan makna dengan afiks baku meN-. Sebagian besar kata berafiks ini termasuk golongan kata kerja, baik kata kerja transitif maupun intransitif.

Kata berafiks baku meN- atau tidak baku n- umumnya menyatakan makna 'melakukan suatu perbuatan'. Jika bentuk dasarnya berupa kata sifat, ia menyatakan makna 'proses'. Jika bentuk dasarnya berupa kata nomina, ia bisa menyatakan makna 'memakai apa yang tersebut pada kata dasar', dan 'menuju ketempat yang tersebut pada kata'.

Prefiks n- merupakan bentuk tidak baku dari prefiks meN-, maka maknanya pun serupa. Kata-kata berafiks n- dan alomorf-alomorfnya pada umumnya termasuk golongan verba transitif dengan makna 'melakukan perbuatan'.

Imbuhan Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
n- nerjang terjang (V - Vtr) melakukan
nuduh tuduh (V - Vtr) menganggap
ny- nyoba coba (V - Vtr) melakukan sesuatu
nyamar samar (Adj – Vintr) menjadikan diri sebagai
m- mukul pukul (N - Vtr) melakukan perbuatan
mimpin pimpin (V - Vtr) melakukan perbuatan, mengetuai
ng- nganggep anggap (V - Vtr) menilai sebagai
ngamuk amuk (N – Vintr) menyerang dengan membabi buta
nge- ngebayar bayar (V - Vtr) memberikan uang sebagai upah atau ganti atas apa yang dibeli
ngelepas lepas (Adj - Vtr) membiarkan, menjadikan lepas

2. Afiks tidak baku pembentuk verba ke-

Afiks tidak baku ke- biasanya difungsikan serupa dengan afiks baku ter- yaitu membentuk kata kerja pasif. Meskipun demikian, ada beberapa afiks tidak baku ke- yang difungsikan sebagai kata kerja intransitif. Kata kerja pasif berafiks baku ter- atau tidak baku ke- ini mengandung makna hasil perbuatan, menyatakan ketidaksengajaan, dan tidak mementingkan pelaku perbuatan.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
kebayang bayang (N - V) seakan-akan tampak
keinjek injak (N - V) menyatakan ketidaksengajaan
kekabul kabul (N - V) terlaksana, diluluskan
keulang ulang (V - V) terjadi lagi
kewujud wujud (N - V) terlaksana, terbukti

3. Afiks tidak baku pembentuk verba –in

Sufiks tidak baku –in biasanya digunakan serupa dengan afiks baku me-kan atau me-i yang memiliki makna 'melakukan perbuatan', 'bersikap terhadap' atau 'membuat jadi'

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
ceritain cerita (N - Vtr) menuturkan cerita
marahin marah (Adj - Vtr) marah kepada
manjain manja (Adj - Vtr) memperlakukan dengan
salahin salah (Adj - Vtr) menilai keliru
samain sama (Adj - Vtr) menjadikan serupa

4. Afiks tidak baku pembentuk verba –an

Afiks tidak baku –an umumnya berfungsi sama dengan afiks baku ber-an seperti pada kata bergantiang dan bermusuhan yang bermakna resiprokal, meng-i seperti pada kata mengikuti yang bermakna 'melakukan perbuatan', dan ber- yang bermakna 'menjadi' seperti pada kata berteman dan bersabun.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
gantian ganti (N - V) saling berganti, saling bertukar
ikutan ikut (V - V) turut melakukan perbuatan
musuhan musuh (N - V) saling memusuhi
sabunan sabun (N - V) membersihkan diri dengan sabun
temenan teman (N - V) memiliki teman, tidak seorang diri

5. Afiks tidak baku pembentuk verba n–in

Afiks tidak baku n-in sepadan dengan afiks me-kan dalam ragam formal. Oleh karena itu, kata berafiks n-in biasanya menyatakan makna 'melakukan untuk orang lain', 'membuat jadi', atau 'melakukan perbuatan dengan sesuatu'.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
nyusahin susah (Adj – Vintr) membuat susah
nyelametin selamat (Adj - Vtr) menolong sehingga selamat
ngorbanin korban (N - Vtr) menjadikan sesuatu untuk dikorbankan
ngebuktiin bukti (N - Vtr) meyakinkan dengan bukti
megangin pegang (V - Vtr) memaut dengan tangan

6. Afiks tidak baku pembentuk verba di–in

Afiks tidak baku di-in difungsikan serupa dengan afiks di-kan atau di-i dalam ragam baku atau formal dan digunakan untuk menyatakan makna 'suatu perbuatan yang pasif'.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
diturutin turut (V - Vtr) diikuti permintaannya
dijadiin jadi (N - Vtr) dijadikan sebagai
disebutin sebut (V - Vtr) disebut atau diucapkan
dikagumin kagum (Adj - Vtr) dikagumi oleh
diselipin selip (V - Vtr) dimasukkan diantara beberapa buah benda

7. Afiks tidak baku pembentuk verba ke–an

Afiks tidak baku ke-an memiliki fungsi pembentuk kata kerja pasif seperti afiks ter- dalam ragam standar atau baku, seperti pada kata terdengar. Selain itu, afiks ini juga difungsikan untuk membentuk kata kerja aktif dengan afiks ber- seperti pada kata bertemu.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
kedengeran dengar (V - V) tak sengaja terdengar oleh
ketemuan temu (V - V) berhadapan muka

8. Afiks tidak baku pembentuk nomina –an

Afiks tidak baku –an memiliki fungsi serupa dengan afiks per-an seperti pada kata perkawinan dan permainan dan afiks –an dalam ragam baku. Afiks-afiks tersebut menyatakan makna 'perihal', 'sesuatu', atau 'barang'.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
beneran benar (Adj – N) hal yang sesungguhnya
ginian begini (Pron – N) sesuatu yang seperti ini
kawinan kawin (V – N) urusan/perihal kawin
maenan main (V – N) barang yang dipermainkan
parkiran parkir (V – N) tempat memarkir

9. Afiks tidak baku pembentuk ajektiva –an

Afiks tidak baku –an terkadang memiliki kesamaan fungsi dengan afiks baku –ber untuk membentuk kata sifat atau ajektiva, seperti pada kata sabaran yang merupakan bentuk informal dari bersabar. Afiks ini juga digunakan untuk menyatakan makna lebih seperti pada kata gendutan yang merupakan bentuk informal dari lebih gendut.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
duluan dahulu (N – Adj) lebih dahulu
gendutan gendut (Adj – Adj) lebih gendut
karatan karat (N – Adj) tua, lapuk
sabaran sabar (Adj – Adj) bersifat atau bersikap sabar
palingan paling (Adv – Adj) mungkin

10. Afiks tidak baku pembentuk ajektiva ke–an

Dalam ragam baku, afiks ke-an berfungsi membentuk verba yang menyatakan makna 'hal yang', akan tetapi dalam ragam tidak baku atau informal, afiks ini digunakan untuk membentuk ajektiva dengan makna 'terlalu'.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
kebagusan bagus (Adj - Adj) terlalu bagus
kecentilan centil (Adj – Adj) terlalu centil

11. Afiks tidak baku pembentuk adverbia –an

Afiks tidak baku –an terkadang difungsikan serupa dengan afiks baku se-nya, seperti pada kata cepetan yang merupakan bentuk tidak baku atau informal dari secepatnya.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
sanaan sana (Pron – Adv) bergeser ketempat yang lebih jauh
cepetan cepat (Adj – Adv) secepatnya
buruan buru (V – Adv) secepatnya, sesegera mungkin

12. Afiks tidak baku pembentuk adverbia –san

Afiks tidak baku –san tidak ditemukan padanannya dalam ragam baku. Afiks tidak baku ini diasumsikan sebagai morfem unik karena hanya melekat pada kata baru yang menyatakan makna 'baru saja' atau 'belum lama'.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
barusan baru (Adj – Adv) baru saja

13. Afiks tidak baku pembentuk adverbia se–an

Afiks tidak baku se-an nampaknya difungsikan serupa dengan afiks baku se-an dalam kata semalaman, karena menyatakan makna serupa yaitu 'sepanjang' atau 'selama'.

Bentuk Tidak Baku Bentuk Dasar Makna
sepagian Pagi (N – Adv) sepanjang pagi