Kalimat Transitif dan Intransitif – Jenis-Jenis Verba Transitif: Verba Ekatransitif, Verba Dwitransitif, dan Verba Semitransitif New 2023!

Selamat datang di artikel blog belajarbahasa.id – Verba transitif merupakan jenis verba yang membutuhkan objek dalam kalimat transitif dan intransitif. Terdapat tiga jenis verba transitif yaitu verba ekatransitifverba dwitransitif, dan verba semitransitif.

Kalimat Transitif dan Intransitif - Jenis-Jenis Verba Transitif: Verba Ekatransitif, Verba Dwitransitif, dan Verba Semitransitif New 2023!

Pengertian Verba Transitif

Verba transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek dalam kalimat. Objek tersebut dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Verba transitif dapat berfungsi sebagai predikat dan dapat diikuti oleh kata benda sebagai subjek, objek, atau pelengkap dalam kalimat. Contoh kalimat transitif adalah “Ibu membaca buku” di mana “ibu” sebagai subjek dan “buku” sebagai objek.

Verba transitif memiliki peran penting dalam membangun struktur kalimat. Dalam kalimat transitif, subjek melakukan aksi yang ditujukan kepada objek. Hal ini membantu menyampaikan makna dengan jelas dan terstruktur.

Kalimat Transitif dan Intransitif - Jenis-Jenis Verba Transitif: Verba Ekatransitif, Verba Dwitransitif, dan Verba Semitransitif New 2023!

Verba transitif adalah verba/kata kerja yang memerlukan objek sehingga objek tersebut bisa menjadi subjek ketika kalimat tersebut dipasifkan.

a. Ayah membunuh ular

b. Ular dibunuh ayah

Pada kalimat (a) ular adalah objek kalimat dan pada kalimat (b) ular adalah subjek kalimat. Sampai sini paham ya?

Ada tiga jenis verba transitif di dalam bahasa Indonesia, yaitu verba ekstransitif, verba dwitransitif, dan verba semitransitif.

1. Verba Ekatransitif

Verba ekatransitif adalah jenis verba transitif yang hanya diikuti oleh satu objek dalam kalimat. Pada umumnya, objek dalam kalimat ekatransitif berperan sebagai penerima atau pengalami dari tindakan yang dilakukan oleh subjek. Contohnya, “Budi membuat roti bakar.” di mana “Budi” adalah subjek yang melakukan tindakan “membuat” dan “roti bakar” adalah objek yang menjadi hasil dari tindakan tersebut.

Ada beberapa kata kerja yang termasuk dalam kategori verba ekatransitif, seperti “membuat”, “menulis”, “membeli”, “menghidupkan”, dan sebagainya. Verba ekatransitif juga dapat digunakan dalam kalimat pasif, di mana objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif. Contoh kalimat pasif dari kalimat transitif di atas adalah “Roti bakar dibuat oleh Budi.”

Kalimat Transitif dan Intransitif - Jenis-Jenis Verba Transitif: Verba Ekatransitif, Verba Dwitransitif, dan Verba Semitransitif New 2023!

Perhatikan tabel berikut yang memuat beberapa contoh kata kerja ekatransitif beserta contoh kalimatnya:

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa verba ekatransitif adalah verba yang hanya diikuti oleh satu objek, misalnya:

a. Budi membuat roti bakar.

b. Ibu sedang menanak nasi

2. Verba Dwitransitif

Verba dwitransitif adalah jenis verba transitif yang diikuti oleh objek dan pelengkap dalam kalimat. Hal ini berarti verba dwitransitif membutuhkan dua unsur setelahnya dalam kalimat aktif, yaitu objek dan pelengkap. Dalam kalimat pasif, objek dari verba dwitransitif dapat menjadi subjek. Contoh kalimat verba dwitransitif adalah “Ayah membuatkan kakak layang-layang” di mana “Ayah” sebagai subjek, “kakak” sebagai objek, dan “layang-layang” sebagai pelengkap.

Untuk memahami perbedaan antara verba dwitransitif dan jenis verba transitif lainnya, penting untuk melihat bagaimana verba tersebut berfungsi dalam kalimat. Verba dwitransitif menunjukkan bahwa subjek melakukan tindakan kepada objek dan memberikan sesuatu pada pelengkap. Dalam contoh kalimat sebelumnya, “Ayah” melakukan tindakan “membuatkan” kepada “kakak” dan memberikan “layang-layang” sebagai pelengkap.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua verba transitif dapat menjadi dwitransitif. Verba dwitransitif adalah jenis yang khusus, sehingga tidak semua verba transitif dapat diikuti oleh objek dan pelengkap. Contoh lain dari verba dwitransitif adalah “Dia memberikan hadiah kepada teman-temannya” di mana “Dia” adalah subjek, “hadiah” adalah objek, dan “teman-temannya” adalah pelengkap.

Verba dwitransitif adalah verba yang diikuti oleh objek dan pelengkap.

a. Ayah sedang membuatkan kakak layang-layang

b. Ibu menamai bayinya Winda

Pada contoh di atas, layang-layang dan Winda adalah pelengkap karena tidak bisa menjadi subjek ketika dipasifkan. Seentara itu, kakak dan bayinya dapat kita jadikan subjek ketika menjadi kalimat pasif.

a. Kakak dibuatkan layang-layang oleh ayah.

b. Bayinya dinamai Winda oleh Ibu.

3. Verba Semitransitif

Verba semitransitif adalah salah satu jenis verba transitif yang menunjukkan kemampuannya untuk diikuti oleh objek dalam kalimat, tetapi juga bisa tidak diikuti oleh objek. Dalam kalimat aktif, verba semitransitif dapat memiliki objek, seperti contoh kalimat “Ayah membaca buku” di mana “buku” menjadi objek. Namun, dalam kalimat yang sama, verba semitransitif juga dapat digunakan tanpa objek, seperti kalimat “Ayah sedang menonton televisi” di mana tidak ada objek yang mengikuti verba “menonton”.

Verba semitransitif sering kali memiliki arti yang lebih khusus dan spesifik daripada verba transitif lainnya. Mereka dapat digunakan untuk menggambarkan aktivitas atau tindakan yang dilakukan dengan penerima atau objek yang tidak spesifik. Pada saat yang sama, mereka juga dapat digunakan untuk mengungkapkan aktivitas atau tindakan yang tidak memerlukan objek spesifik.

Verba semitransitif adalah verba yang bisa diikuti oleh objek dan bisa juga tidak diikuti oleh objek. Hal ini berbeda dengan verba ekatransitif di mana keberadaan objek harus ada.

a. Ayah sedang membaca buku

ayah sedang membaca

b. Ayah sedang menonton televisi

ayah sedang menonton

c. Ayah sedang menembak burung

ayah sedang menembak

Ciri-Ciri Kalimat Transitif dan Intransitif

Kalimat Transitif dan Intransitif - Jenis-Jenis Verba Transitif: Verba Ekatransitif, Verba Dwitransitif, dan Verba Semitransitif New 2023!

Kalimat transitif dan intransitif memiliki ciri-ciri yang membedakan keduanya. Berikut adalah beberapa ciri khas dari kalimat transitif dan intransitif:

  1. Kalimat Transitif:
  • Memiliki objek yang menjadi objek dalam kalimat aktif.
  • Objek dalam kalimat transitif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif.
  • Contoh kalimat transitif: “Dia membaca buku” di mana “dia” adalah subjek dan “buku” adalah objek.

Kalimat Intransitif:

  • Tidak memiliki objek dalam kalimat aktif.
  • Tidak dapat dipasifkan ke dalam kalimat pasif.
  • Contoh kalimat intransitif: “Dia tidur” di mana “dia” adalah subjek tanpa objek.

Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut, kita dapat mengidentifikasi apakah sebuah kalimat termasuk dalam kategori transitif atau intransitif.

Pengertian kalimat transitif dan intransitif didasarkan pada keberadaan objek dalam kalimat aktif. Kalimat transitif memiliki objek yang berperan sebagai objek dalam kalimat aktif dan dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Sementara itu, kalimat intransitif tidak memiliki objek dan tidak dapat dipasifkan.

Perbedaan antara kalimat transitif dan intransitif terletak pada keberadaan objek dalam kalimat aktif. Kalimat transitif memiliki objek yang berfungsi sebagai objek dalam kalimat aktif dan dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Sementara itu, kalimat intransitif tidak memiliki objek dan tidak dapat dipasifkan.

Jadi, memahami perbedaan dan pengertian kalimat transitif dan intransitif sangat penting dalam memahami struktur dan makna sebuah kalimat dalam Bahasa Indonesia.