Jamuan Minum Teh
Afternoon Tea WRITTEN BY Aan Setyawan

Sahabat belajarbahasa, teh merupakan jenis minuman yang sudah dikenal dari jaman dahulu kala di berbagai belahan dunia. Perjamuan atau tradisi minum teh bisa ditemukan di banyak negara, misalnya di Belanda, China, Jepang, Inggris atau di negara kita sendiri Indonesia. Nah, karena sekarang kita sedang belajar bahasa Inggris, jadi yang akan dibahas disini yaitu tradisi minum teh atau afternoon tea di Inggris.

Istilah afternoon tea muncul di Inggris di pertengahan tahun 1800-an. Istilah ini digunakan untuk menyebut perjamuan teh di sore hari yang biasanya disertai kue-kue atau makanan ringan. Sejarah singkat dari afternoon tea ini begini sahabat, dulunya orang Inggris biasa makan dua kali, sarapan pagi dan makan malam. Untuk menyiasati rasa lapar di sore hari (sekitar jam 3-5) sebelum jam makan malam tiba, orang-orang disana kemudian menyediakan teh dan cemilan. Meskipun sekarang kebiasaan makannya tiga kali sehari, kebiasaan ini masih menjadi tradisi. Teh yang disajikan biasanya jenis teh merah yang dicampur dengan susu atau gula. Afternoon tea sering dijadikan ajang kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga.

Untuk mengetahui ungkapan-ungkapan apa saja yang sering terdengar pada saat afternoon tea, mari kita simak dialog antara Diah dan Gisni berikut ini:

DIALOGUE

Diah : So tell me, what are you going to do this Saturday night?

Gisni : I am going to watch a movie.

Diah : That’s nice. Is Aan going?

Gisni : No, he doesn’t really like going to the movies, I’m going with my sister.

Diah : How about a nice cup of tea before you go?

Gisni : Only if it’s not too much trouble.

Diah : Milk and sugar?

Gisni : A milky one without sugar, please.

Diah : How old is your sister by the way?

Gisni : She’s 19, do you want to join us?

Diah : What time does the movie start?

Gisni : 8.30, we’ll pick you up at 8.

Diah : Yes, sounds great.

Gisni : We’ll have a lot of fun.

USEFUL EXPRESSIONS

Dari dialog di atas, sahabat belajarbahasa bisa mempelajari beberapa ungkapan yang biasa terdengar pada saat tea time, diantaranya adalah bagaimana cara:

1. Menawarkan minum teh

Ketika Gisni bertamu di rumah Diah, Diah kemudian menawarkan secangkir teh dengan mengucapkan: How about a nice cup of tea before you go?

Jika sahabat ingin menawarkan teh pada teman, saudara atau tamu, selain memakai ungkapan diatas, bisa juga menggunakan kalimat lainnya seperti ini:

Would you care for a cup of tea?

I expect you could do with a cup of tea, couldn’t you?

Would you like a cup of tea?

2. Merespon tawaran minum teh

Sebagai bentuk kesopanan, alangkah baiknya jika kita ditawarkan minum teh, kita menerimanya dengan ungkapan:

Only if it’s not too much trouble.

Atau bisa juga dengan:

Only if you’re having one.

I’d rather have a cup of coffee, if you don’t mind.

Yes, I’d love one.

3. Menanyakan teh yang diinginkan

Setiap orang biasanya memiliki selera teh nya sendiri, ada yang suka ditambahkan gula saja, atau dengan susu atau lainnya. Untuk menanyakannya, kita bisa menggunakan kalimat,

Do you take milk and sugar?

Milk and sugar?

How do you like it?

Do you like it with milk and sugar?

4. Menjelaskan teh yang diinginkan

Berikut adalah beberapa contoh ungkapan yang bisa digunakan untuk menjelaskan teh yang diinginkan,

A dash of milk and two lumps, please.

A milky one without sugar, please. . A strong one with three spoons for me, please.

Not too much milk and just half a spoonful, please.

Selain di www.belajarbahasa.id dan di kanal youtube belajarbahasa.id, sahabat juga bisa mengikuti timeline fanpage belajarbahasa di Facebook. Jangan lupa like dan share ya! Thank you.

Selamat Belajar

GLOSSARY

A dash of milk : sedikit susu

Two lumps : dua gumpal

Half : setengah

Spoonful : sesendok penuh

If you don't mind : jika Anda tidak keberatan

Sumber:

Ockenden, Michael. 1986. Situational Dialogue Revised Edition. Longman Group UK Limited. Hal: 20