Subjunctive Mood of Wish
Subjunctive Mood of Wish WRITTEN BY Aan Setyawan

1. Pengertian

Subjunctive Mood adalah salah satu dari tiga jenis mood yang ada pada bahasa Inggris, dua lainnya antara lain indicative dan imperative mood. Subjunctive mood sendiri adalah saat dimana kata kerja tertentu mempengaruhi suatu kalimat sehingga menyatakan suatu pengandaian atau suatu kondisi yang diragukan kebenarannya. Terdapat beberapa kata kerja yang mengawali klausa pengandaian diantaranya; ask, demand, determine, if, insist, move, order, pray, prefer, recommend, regret, request, require, suggest, and wish. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai subjunctive mood of wish. Subjunctive mood of ‘wish’ (keinginan) selalu berlawanan dengan kenyataan, yang artinya ketika kita membuat kalimat dengan subjunctive mood of ‘wish' maka hal yang kita harapkan tidak terjadi. Pada subjunctive mood of wish, tentu saja kita menggunakan kata kerja atau verb ‘wish’, dan yang terjadi ketika kita menggunakan ‘wish’ yang ada hanyalah sebuah hypothesis atau imajinasi atau dengan kata lain kita membicarakan hal yang tidak benar-benar sedang terjadi.

2. Penggunaan dan Pola Kalimat

Pada subjunctive mood of wish, terdapat tiga pola kalimat yang terkait dengan penggunaannya. Selain itu, pada subjunctive mood of wish ‘to be’ yang digunakan hanya ‘were’ untuk semua bentuk subjek, meskipun subjeknya she atau he atau kata ganti orang ke tiga (he, she, it), tetap saja menggunakan ‘were’ bukan ‘was’, contoh:

a. I wish she were here.

[Saya berharap dia di sini]

b. I wish it were raining.

[Saya berharap hujan]

Mungkin kalian pernah mendengar seorang native English mengatakan ‘I wish she was here’. Meskipun ketika menggunakan I wish she was dapat diterima, tetapi jika kita mengikuti aturan standar bahasa Inggris yang benar, yang tepat adalah ‘I wish she were here’.

Mengapa hal tersebut terjadi?

Hal tersebut bisa terjadi karena perkembangan penggunaan bahasa Inggris itu sendiri. Perkembangan bahasa tersebut menghasilkan kecenderungan penggunaan ‘was’ pada kata ganti orang ketiga, terutama pada spoken language atau bahasa lisan. Selain itu, subjunctive mood selalu muncul di soal toefl, toeic, dan sejenisnya, dan bagi kita yang belum tahu bahwa penggunaan standarnya menggunakan ‘were’ untuk semua bentuk subjek, hati-hati terjebak ya!

2.1 Subjunctive wish Dengan Modal

Pada subjunctive mood, kita dapat menggunakan modal dalam bentuk simple past tense yaitu would dan could untuk membicarakan tentang harapan ‘wish’ yang kita harapkan terjadi di masa yang akan datang, contoh:

a. I wish I could buy a car.

[Saya berharap saya dapat membeli mobil]

Pada kalimat ini, kenyataannya adalah ‘I don’t have a car.’ atau (saat ini) saya tidak memiliki mobil oleh karena itu saya berharap saya dapat membeli mobil.

b. she wishes she could get a better job.

[Saya berharap saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik]

Pada kalimat ini terdapat beberapa kemungkinan atau hipotesis mengapa ‘dia’ ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,misalnya karena saat ini dia tidak menyukai pekerjaannya, maka kalimat yang terbentuk adalah She doesn’t like her job, She wishes she could get a better job. Dari sini, kita mendapatkan pola subjunctive mood of wish yang pertama yaitu fakta dalam bentuk simple present dan ‘wish’ dengan simple past tense modal.

2.2 Subjunctive Wish dengan Simple Past Tense

Yang kedua, kita dapat menggunakan bentuk simple past tense (lampau) untuk membicarakan tentang harapan ‘wish’ untuk saat ini (present), contoh:

a. (I don’t like this hotel.) I wish we stayed overnight in a better hotel.

[(Saya tidak menyukai hotel ini) Saya berharap bisa menginap semalaman di hotel yang lebih baik.]

Pada kalimat, berarti saya ‘saat ini’ berharap bisa menginap di hotel yang lebih baik, dan fakta yang ada adalah saya tidak menyukai hotel ini, dan hotel ini buruk. Jadi pada bentuk subjunctive wish pola ini, kita menggunakan simple present tense pada fakta yang terjadi saat ini, dan mengungkapkan harapan atau ‘wish’ kita dengan menggunakan pola simple past tense.

b. She wishes her dad came to her birthday party.

[Dia berharap ayahnya datang di hari ulang tahunnya.]

Pada kalimat ini berarti kenyataannya adalah ‘saat ini’ ayahnya tidak datang di pesta ulang tahunnya (her father does not come to her birthday party), dan bentuk kalimat ‘wish’-nya diungkapkan dengan pola past tense.

c. I wish it were not so hot.

[Saya berharap tidak begitu panas]

Pada kalimat ini berarti kenyataannya ‘saat ini’ adalah cuaca sangat panas sekali ‘it is so hot’, dan penggunaan simple past tense ‘it were not so hot’ merupakan wish yang kita harapkan terjadi.

2.3. Subjunctive Wish dengan Past Perfect Tense

Bentuk subjunctive yang terakhir adalah bentuk subjunctive wish dengan pola simple past tense. Kita dapat menggunakan bentuk past perfect tense untuk membicarakan tentang harapan kita akan hal yang telah berlalu (past), contoh:

a. I wish I had studied harder when I was at school.

[Saya berharap saya belajar lebih keras ketika saya sekolah (dulu)]

Pada kalimat ini menunjukkan bahwa faktanya ‘saya (dulu) ketika di sekolah tidak belajar dengan sungguh-sungguh, dan saya menyesalinya saat ini’. Disini kita mengetahui bahwa subjunctive mood of wish dapat menunjukkan harapan dan penyesalan kita di masa yang lalu.’

b. She wishes she had listened to what her father told her.

[Dia berharap dia mendengarkan apa yang ayahnya katakan kepada dia.]

Pada kalimat ini menunjukkan bahwa faktanya, dia (dulu) tidak mendengarkan ayahnya dan berharap jika ‘dulu’ dia mendengarkan ayahnya.

c. I wish I had not spent so much money last week.

[Saya berharap saya tidak menghabiskan banyak uang minggu kemarin]

Pada kalimat ini menunjukkan bahwa faktanya, dia telah menghabiskan banyak uang minggu kemarin dan berharap jika pada minggu kemarin dia tidak menghabiskan banyak uang.

3. Catatan Penting

  1. Ketika kita menggunakan kalimat dengan menggunakan subjunctive mood of wish, apapun yang kita bicarakan menggunakan ‘wish’ maka hal tersebut tidak nyata.
  2. Pada pola subjunctive mood of wish, kata ganti orang ketiga (I, she, he, it) menggunakan were bukan was.
  3. Pola kalimat subjunctive mood of wish sangat mudah diingat karena hanya turun satu tingkat! Ketika fakta dalam bentuk simple present tense maka ‘wish’ berbentuk simple past tense, (I am not rich -> I wish I were rich), sedangkan ketika fakta berbentuk simple past tense maka wish berbentuk ‘past perfect tense’ (I did not study hard -> I wish I had studied hard).