Can dan Could
Can dan Could WRITTEN BY Aan Setyawan

1.Pengertian

Can and could merupakan salah satu bentuk dari modal verbs. Modal verbs sendiri adalah salah satu jenis dari auxiliary verb atau kata kerja bantu yang digunakan untuk menunjukan ability (kemampuan), possibility (kemungkinan) dan permission atau obligation (izin atau kewajiban), dan lain sebagainya. Modal verb hanya memiliki satu bentuk dimana modal verb tidak memiliki bentuk to infinitive, bentuk -ing, atau bentuk lampau atau bentuk -ed. Untuk mengetahui pengertian dari can dan could kita harus memahami penggunaannya.

2. Penggunaan

Terdapat beberapa penggunaan modal verb ‘can’ dan ‘could’, diantaranya yaitu untuk menunjukan possibility (kemungkinan), request (permintaan), offering (penawaran), ability (kemampuan), dan lain sebagainya.

2.1 Possibility (Kemungkinan)

3.2.1.1 Kita menggunakan ‘can’ untuk membuat pernyataan umum tentang apa yang mungkin terjadi.

Contoh:

a. It can be very cold in the mountain.

[Bisa jadi sangat dingin di gunung.]

Pada kalimat ini, berarti kemungkinan besar atau terkadang faktanya akan sangat dingin di gunung.

b. Children can be very expressive.

[Anak-anak bisa jadi sangat ekspresif.]

2.1.2 Kita menggunakan ‘could’ untuk membuat pernyataan umum tentang apa yang mungkin terjadi dalam bentuk past tense (lampau) dari ‘can’.

Contoh:

a. It could be very cold in the mountain.

[Bisa jadi sangat dingin di gunung.]

Pada kalimat ini berarti sebelumnya biasanya sangat dingin di gunung tapi penutur tidak yakin kalau saat ini akan dingin di gunung.

c. The students could have arrived hours ago.

[Murid-murid harusnya datang sejam yang lalu]

2.1.3 Kita menggunakan could untuk menunjukan sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, tetapi tidak yakin hal tersebut akan terjadi.

Contoh:

a. If you don’t hurry you could be late.

[mungkin kamu akan terlambat jika kamu tidak bergegas.]

2.2 Requests and Refusals of Requests (Permintaan dan Penolakan Permintaan)

a. Can I go home now?

[Bolehkah saya pulang sekarang?]

b. You can borrow my pen, but you can’t take my pencil.

[Kamu boleh meminjam pulpen saya tapi kamu tidak boleh mengambil pensil saya]

Pada kedua contoh ini, menunjukkan bahwa kita dapat menggunakan modal ‘can’ ketika meminta sesuatu pada orang lain. Pada bahasa Inggris, perbedaan penggunaan ‘can’ dan ‘could’ pada saat meminta sesuatu atau menolak sesuatu terdapat pada degree of politeness (derajat kesopanan). Ketika kita meminta menggunakan ‘could’ maka kalimat yang kita buat jauh lebih sopan daripada kita menggunakan ‘can’.

2.2.1 To make a polite request (untuk membuat permintaan yang sopan)

a. Could I go now please?

[Bolehkah saya pergi sekarang?]

b. Could you lend me your book please?

[Bolehkah saya meminjam bukumu?]

Pada kedua contoh ini, penggunaan modal ‘could’ dan ‘please’ di akhir kalimat menunjukan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat yang sangat sopan.

2.3 To offer to help someone (menawarkan bantuan)

a. Can I help you?

[Bolehkah saya membantumu?]

b. Can I drive for you?

[Bolehkah saya mengantarmu?]

2.3.1 To make a polite offer (menawarkan bantuan dengan lebih sopan)

a. Could I give you a lift?

[Bolehkah saya memberimu tumpangan?]

b. I could drive for you.

[Saya bisa mengantarmu.]

Sama halnya seperti pada request, pada offering juga penggunaan modal verb ‘could’ lebih sopan daripada ‘can’.

2.4 To Talk about Ability dalam Bentuk Past (Kemampuan Pada Masa Lampau)

a. I could run very fast when I was younger.

[Saya bisa berlari sangat cepat ketika saya masih muda.]

Pada contoh kalimat ini, kita dapat menggunakan ‘could’ ketika mengungkapkan kemampuan kita pada masa lampau.

b. She couldn’t get a job anywhere.

[Dia tidak bisa mendapatkan perkerjaan dimanapun.]

Selain dapat menunjukkan kemampuan, could + not digunakan menunjukkan ketidakmampuan (disability) seseorang.

2.5 Permission (Izin)

Kita dapat menggunakan could untuk meminta izin, selain itu could juga lebih formal dan sopan dari pada can ketika kita meminta izin.

a. Could I ask you a question?

[Bolehkah saya bertanya?]

Harus selalu diingat, kita hanya dapat menggunakan ‘can’ untuk memberikan atau menolak sebuah permintaan atau izin. Kita tidak dapat menggunakan ‘could’, contoh:

a: Could I ask you a question?

b: Yes, you can atau No,you can’t. [benar]

atau

a: Could I ask you a question?

b: Yes, you could atau No, you couldn’t [salah]

2.6 Could + Verb of the Sense (could + kata kerja peng-indera)

Kita bisa menggunakan ‘could’ ketika merujuk pada suatu peristiwa di masa lampau, dengan beriringan dengan kata kerja indera (penciuman, perasa, penglihatan, sentuhan, dll) dan proses mental (berpikir, percaya, mengingat, memahami, dll.), contoh:

a. The cake was terrible, I could taste nothing but a bitter cake.

[Kue itu mengerikan, saya tidak bisa merasakan apa-apa selain kue yang pahit.]

b. I know you are there, I could hear your voice.

[Saya tahu kamu di sana,saya bisa mendengar suaramu.]

2.7 Regret (Penyesalan)

Kita dapat menggunakan pola “could have + past participle” ketika membicarakan mengenai hal-hal yang tidak terjadi dan terkadang untuk mengungkapkan penyesalan, contoh:

a. I could have been a teacher.

[Saya seharusnya (bisa saja) menjadi guru.]

Selain itu, kita dapat menggunakan ungkapan ‘how could you..’ untuk menunjukkan pada seseorang bahwa kita tidak menyukai atau kecewa atas apa yang telah orang tersebut lakukan, contoh:

a. How could you leave me alone?

[Bagaimana kamu bisa meninggalkan aku sendirian?]

3. Pola Kalimat

Sama seperti modal yang lainnya, can dan could hadir sebelum kata kerja bentuk pertama (Verb 1). Kita dapat membuat pertanyaan dengan meletakan subjek setelah can atau could, seperti; Can I …? Can you …? Could I … Could you …? dan lain-lain. Biasanya pennggunaan can dalam bentuk negatif menjadi ‘can’t’ dalam bahasa Inggris lisan, dan ‘cannot’ dalam bahasa Inggris tulisan. Ketika pada bahasa lisan kita mengucapkan ‘cannot’, maka ujaran tersebut merupakan sebuah bentuk penegasan. Sedangkan untuk could, kita biasa menyebutnya menjadi couldn’t pada bahasa lisan dan could not pada bahasa tulisan.

4. Catatan Penting

  1. Kata kerja modal seperti can dan could digunakan bersandingan dengan kata kerja yang lain untuk menunjukkan kemungkinan, kebutuhan, izin, dan lain sebagainya.

  2. Could dapat digunakan dalam waktu present (saat ini) tapi hanya untuk mengungkapkan kemungkinan yang sangat lemah,sedangkan can menunjukan kemungkinan yang sangat mungkin terjadi, contoh:

a. I can travel to Yogyakarta because my exams will definitely be finished.

[‘I’ sangat mungkin untuk pergi ke Yogyakarta]

b. I could travel to Yogyakarta because my exams will probably be finished.

[‘I’ belum yakin jika dia benar-benar bisa pergi ke Yogyakarta]

Could in the present only expresses weak possibility. Can expresses strong possibility:

  1. ‘Could’ tidak biasa digunakan untuk mengutarakan fakta umum yang terjadi saat ini, ‘can’ lebih umum digunakan.

  2. Kita dapat menggunakan ‘could’ untuk menyatakan kemungkinan yang terjadi di masa depan, tapi tidak dapat menggunakan ‘can’. ‘Can’ digunakan ketika kita meyakini sesuatu akan pasti terjadi., contoh:

a. Yang benar adalah ‘It could be a great experience to go to London’ bukan ‘It can be a great experience to go to London’.