Frasa Kata Keterangan
Adverbial Phrase WRITTEN BY Diah Anggraeni

 

1. Pengertian

Adverbial Phrase terdiri dari adverb sebagai kepala frasa yang dapat berdiri sendiri ataupun dapat dimodifikasi oleh kata-kata lainnya. Adverbial phrase dapat diletakkan sebelum adverb yang disebut premodification/ premodifier (contoh: very, too, extremely, quite), ataupun setelahnya yang disebut sebagai postmodification/ postmodifier (contoh: enough) iSelain itu, adverbial phrase juga merupakan frasa adverb yang umumnya diawali oleh prepositionii. Terdapat beberapa bentuk umum adverbial phrase yang menggunakan preposition seperti in, on, at, byiii.

 

Table bentuk khusus Adverbial Phraseiii

in

on

at

by

In time,

in sight,

in force,

in vain,

in particular,

in advance

On purpose,

on time,

on foot,

on principle,

on balance,

on trial

At first,

at last,

at length,

at best,

at most,

at least

By all means,

by heart,

by surprise,

by oneself,

by accident,

by chance


2. Fungsi dan Jenis

Adverbial phrase memiliki fungsi sebagai modifier untuk verb atau memodifikasi verb. Adverbial phrase memiliki beberapa jenis yang dapat memberikan keterangan tentang ‘bagaimana (how)’, ‘dimana (where)’, ‘mengapa (why)’, atau ‘kapan (when)’. Beberapa bentuk adverbial phrase dapat kita lihat pada contoh-contoh berikut.

 

1. Adverb phrase of time

Menjelaskan terkait waktu terjadinya suatu kejadian.

Contoh:

a. I will meet you at 7 o’clock.

[Saya akan menemui Anda jam 7.]

Pada kalimat tersebut, ‘at 7 o’clock’ memiliki fungsi sebagai adverb phrase of time (keterangan waktu). Pada contoh ini, frasa adverb diawali oleh preposisi ‘at’, dimana ‘at 7 o’clock’ memodifikasi atau memberikan keterangan lebih pada predikat atau verb phrase yang ada yaitu ‘will meet’.

 

2. Adverb phrase of place

Menjelaskan terkait tempat atau letak suatu kejadian.

Contoh:

a. Bono was sleeping in his room.  

[Bono sedang tidur di ruangannya.]

Pada kalimat tersebut, ‘in his room’ memiliki fungsi sebagai adverb phrase of place (keterangan tempat). Pada contoh ini, frasa adverb diawali oleh preposisi ‘in’, dimana ‘in his room’ memodifikasi atau memberikan keterangan lebih pada predikat atau verb phrase yang ada yaitu ‘was sleeping’.

 

3. Adverb phrase of manner

Menjelaskan keterangan cara.

Contoh:

a. She answered the phone in a very rude manner. 

[Dia menjawab telepon dengan cara yang sangat kasar.]

Pada kalimat tersebut, ‘in a very rude manner’ memiliki fungsi sebagai adverb phrase of manner (keterangan cara). Pada contoh ini, frasa adverb diawali oleh preposisi ‘in’ dimana ‘in a very rude manner’ memodifikasi atau memberikan keterangan lebih pada predikat atau verb.

 

4. Adverb phrase of frequency

 Memberikan keterangan frekuensi.

Contoh:

a. They go to the cinema twice a week.

[Mereka pergi ke bioskop dua kali seminggu.]

Pada kalimat tersebut, ‘twice a week’ memiliki fungsi sebagai adverb phrase of frequency (keterangan frekuensi), dimana ‘twice a week’ memodifikasi atau memberikan keterangan lebih pada predikat.

 

5. Adverb phrase of degree

 Memberikan keterangan tentang intensitas, tingkatan, derajat.

Contoh:

a. His house is really too far.

[Rumahnya benar-benar terlalu jauh.]

Pada kalimat tersebut, ‘really too far’ memiliki fungsi sebagai adverb phrase of degree, dimana ‘really too far’ memodifikasi atau memberikan keterangan lebih pada predikat.

 

Catatan:

*Ketika adverbial phrase berada di awal kalimat, biasanya diikuti dengan koma.

Contoh:

 

 a. Surprisingly enough, after the meeting I know that Indonesia is a rich country.

[Cukup mengejutkan, setelah rapat saya tahu jika Indonesia adalah negara yang kaya.]

 

Atau

 b. On Saturday night, I am going to the cinema.

 [Di malam minggu, saya pergi ke bioskop.]

 

Dari dua contoh tersebut, kita mengetahui jika adverb atau adverbial phrase posisinya dapat diawal atau di akhir kalimat. Banyak adverbs yang dapat berpindah cukup bebas dalam kalimat, tetapi dalam beberapa kalimat, makna-nya pun dapat berubah atau menjadi ambigui. Misalnya pada contoh kalimat “Happily, he didn’t die” [Dengan gembira, dia tidak mati.] dengan “He didn’t die happily” [Dia tidak mati dengan gembira]i. Dengan hanya memindahkan adverb, kalimat yang ada menjadi ambigu. Untuk itu, kita  harus berhati-hati dalam menempatkan adverb atau adverb of phrase, agar sesuai dengan maksud yang kita utarakan.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

References

iDowning, A. and Locke, P. (2006). English course: a university course. New York: Routledge.

iiNewson, M. (2006). Basic English syntax with exercises. Budapest: Bölcsész Konzorcium.

iiiForde, L.A. and Marsh, L.G. (2014). Proficiency in grammar and language for CXC. Oxford: Oxford University Press

ivHaussamen, B., Benjamin, A., Kolln, M. and Wheeler, R.S. (2003). Grammar alive; a guide for teachers. Illinois: National Council of Teachers of English.