Go

Seri Materi dan Soal CPNS Bahasa Indonesia: Membedakan Kata Depan dan Imbuhan

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada March 31st at 12:02pm
Share :

Seri Materi dan Soal CPNS Bahasa Indonesia: Membedakan Kata Depan dan Imbuhan

Bahasa Indonesia menjadi salah satu materi yang diujikan di dalam tes seleksi CPNS 2019. Sebagai seorang abdi negara tentu wajib mempunyai kemampuan berbahasa yang baik. Hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia memiliki status sebagai bahasa kenegaraan. Segala bentuk komunikasi tulis dan lisan wajib menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Oleh karena itu, saya akan membahas beberapa tipe-tipe soal CPNS bahasa Indonesia dalam beberapa seri. Seri pertama kali ini adalah mengenai kata depan dan imbuhan.

Kata depan atau preposisi adalah kata yang terletak sebelum kata benda yang berfungsi menunjukan lokasi, arah, cara, tujuan, dan sebab akibat.

1. Menyatakan lokasi

Kata depan yang digunakan untuk menunjukkan tempat adalah di, dalam, pada, antara, dan atas.

a. Rani berada di rumah sekarang.

b. Dia hilang di antara dua bukit Merbabu.

2. Menyatakan arah

Kata depan yang digunakan untuk menunjukkan arah adalah dari, kepada, ke, terhadap, dan akan.

a. Saya berasal dari Jakarta.

b. Saya berterima kasih kepada semua peserta CPNS 2019.

3. Menyatakan pelaku

Kata depan pelaku contohnya adalah oleh.

a. Mobil saya dirusak oleh pencuri.

b. Saya diberi hadiah oleh bapak.

4. Menyatakan perbandingan

Kata depan perbandingan contohnya adalah daripada.

a. Saya lebih suka membeli di Blibli daripada di mall.

b. Daripada tiduran tidak jelas, lebih baik kita belajar tes CPNS 2019.

5. Menyatakan cara

Kata depan yang digunakan untuk cara adalah dengan dan berkat.

a. Berkat bantuanmu, saya kini sukses.

b. Andi menyapu dengan sapu.

6. Menyatakan tujuan

Kata depan yang digunakan untuk tujuan adalah demi, untuk, bagi, guna, buat.

a. Demi kesehatanku, aku rela berhenti merokok.

b. Hadiah ini hanya bagi para pemenang.

Kata depan selalu ditulis terpisah dengan kata sebelum atau sesudahnya. Hal ini berbeda dengan imbuhan. Imbuhan ditulis digandeng dengan kata yang mengikutinya. Oleh karena itu, soal-soal CPNS sering sekali berupa penulisan kata depan yang benar seperti apa. Misalnya, perhatikan beberapa contoh di bawah ini.

a. Sepertinya disana tempat kebakaran.

b. Sepertinya di sana tempat kebakaran.

Pada contoh soal di atas, penulisan kata depan yang benar adalah dipisah (di sana). Hal ini juga berlaku kesalahan sejenis seperti "dimana", "disana", "disini", "ditempat", dibawah", "diatas", "ditengah", "kemana", "kesana", "kesini", "keatas", "kebawah" yang seharusnya ditulis "di mana", "di sana", "di sini", "di tempat", di bawah", "di atas", "di tengah", "ke mana", "ke sana", "ke sini", "ke atas", "ke bawah". Sementara itu, Imbuhan selalu melekat pada kata kerja. Penulisan imbuhan adalah digandeng dengan kata kerja yang bersangkutan.

a. Dia ditembak kakinya.

b. Dia di tembak kakinya.

Penulisan yang benar adalah (a) ditembak. Di menjadi awalan yang berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif. Oleh karena itu, penulisanya digandeng. Cobalah jawab beberapa soal di bawah ini manakah yang penulisanya benar dan yang salah?

1. Dia kemarin belajar bahasa Indonesia.

2. Siapa saja yang di pukul oleh tentara di sana?

3. Buku itu ditulis oleh Budi.

4. Mereka bersalaman setelah di vonis dua tahun.

5. Disanalah mereka ditembak.

Jawaban dari soal di atas adalah

1. Benar, kemarin adalah satu kata. Tidak ada imbuhan ataupun kata depan.

2. Salah, di pukul seharusnya dipukul.

3. Benar

4. Salah, seharusnya divonis

5. Salah, seharusnya di sanalah.

Artikel Lainnya

Tenses & Aspect
Ungkapan Penanda Future Tense Selain Will, Shall, Dan Going To
Memahami Makna Ujaran Seseorang: Semantik, Pragmatik, dan Sosiolinguistik
Cara Mudah Belajar Bahasa Jerman
Universitas-Universitas Negeri Terbaik di Indonesia yang Memiliki Prodi Bahasa!
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi