Go

Relasi Kolokasi dengan Budaya

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada November 24th at 6:22pm
Share :

Relasi Kolokasi dengan Budaya

Kolokasi, sanding kata, merupakan bentuk realisasi dari relasi sintagmatik. Istilah kolokasi mengacu pada kombinasi kata yang istimewa (idiosyncratic combinations). Kata blonde (pirang), sebagai contoh, dalam bahasa Inggris berkaitan dengan warna. Namun, blonde tidak pernah bisa bersanding dengan dress (pakaian). Blonde hanya bisa berkolokasi dengan hair (rambut). Meskipun blonde berkaitan dengan warna, tetapi ia tidak bisa digunakan sembarangan dengan kata lain guna menunjukan warna, misalnya *blonde door, *blonde book, atau *blonde car. Di sini kita bisa mengetahui bahwa dalam kolokasi, terdapat batasan sebuah kata bisa bersanding dengan kata yang lain. Contoh lain kolokasi dalam bahasa Inggris:

a. To sleep deep (tidur nyenyak)

*To work deep

b. To work hard (bekerja keras)

*To sleep hard

Berikut ini contoh lain perbedaan antara kolokasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris:

No. Bahasa Inggris Bahasa Indonesia Keterangan
Back and forth Maju mundur Bahasa Inggris justru ‘mundur’terlebih dahulu. Begitu juga pada ‘sehat’ dan ‘susah’
In sickness and health Dalam sehat maupun sakit
For better and for worse Susah dan senang

Penggunaan kolokasi dan peribahasa sangat berkaitan erat dengan budaya pemakai bahasa. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dibalik penggunaan suatu bahasa, terdapat unsur budaya dibaliknya. Sebagai contoh, penggunaan kolokasi bahasa Inggris yang merujuk pada ucapan selamat kebanyakan menggunakan kata happy atau merry yang secara leksikal menunjukan ‘rasa bahagia’, misalnya happy new year ‘selamat tahun baru’, ‘happy Friday’ (selamat hari Jumat (semoga bahagia)) dan Merry Christmas (selamat Natal). Hal ini juga memiliki pola yang sama pada kolokasi yang berantonimi, misalnya dengan mengatakan ‘For better and for worse’ (pada janji pernikahan orang Katolik). Dalam bahasa Indonesia kita mengenal ‘susah-senang’. Di sini kita bisa melihat betapa orang Inggris meletakan kebahagiaan sebagai inti. Bandingkan dengan kolokasi ‘susah-senang’ dalam bahasa Indonesia yang meletakan kata ‘susah’ terlebih dahulu sebagai hal yang diutamakan dibanding dengan ‘senang’. Jika kita telusuri lebih lanjut, konsep kolokasi ‘susah-senang’ juga tertuang dalam peribahasa dalam bahasa Indonesia, misalnya:

‘Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian’.

Nampaknya kesusahan menjadi hal yang lebih dekat dengan masarakat Indonesia. Jika ingin senang maka harus mengalami kesusahan lebih dahulu. Namun demikian, hal ini perlu dikaji dengan menggunakan data yang lebih besar. Hal yang perlu digarisbawahi adalah adanya perbedaan dalam penggunaan kolokasi, idiom, dan peribahasa tersebut menandai pula adanya kebudayaan yang berbeda.

Artikel Lainnya

Countable and Uncountable Noun (Kata Benda yang Dapat Dihitung & Kata Benda yang Tidak Dapat Dihitung)
Exclamations
Me too, So Do I, Nor Me, dan Neither Me
Kesalahan-Kesalahan yang Paling Sering Terjadi dalam Bahasa Inggris
Pengertian dan Jenis-Jenis Sinonim
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi