Go

Memahami Makna Ujaran Seseorang: Semantik, Pragmatik, dan Sosiolinguistik

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada March 31st at 1:50pm
Share :

Memahami Makna Ujaran Seseorang: Semantik, Pragmatik, dan Sosiolinguistik

Semantik, kajian mengenai makna, memiliki andil yang cukup besar dalam memahami suatu bahasa. Semantik menentukan makna sebuah satuan bahasa dari yang terkecil hingga terbesar, misalnya leksem, kata, frasa, kalimat, hingga wacana. Semantik berkaitan erat dengan konteks internal bahasa. Oleh karena itu, kajian tentang semantik akan berkaitan erat dengan berbagai subdisiplin lainnya;

Wacana makna wacana, misalnya pidato

Sintaksis makna gramatikal, misalnya s+p+o

Morfologi makna leksikal/kategorial (misalnya makna ber-, ter-, di-)

Fonologi tidak ada makna, tetapi satuan bunyi/fonem membedakan

makna

Dalam menelaah makna, linguistik seringkali juga merujuk pada hal di luar bahasa (ekstralinguistik). Pragmatik mengkaji bagaimana bahasa digunakan dalam situasi tertentu untuk mengungkapkan makna yang mungkin tidak jelas dari kata-kata yang digunakan. Jadi, dalam pragmatik juga dikaji makna. Hanya saja, makna yang dikaji dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar bahasa seperti waktu, tempat, konteks tuturan, tujuan tuturan, dan peserta tutur.

Ana : “Would you like to go to the cinema with me tonight?”

(Apakah kamu mau ke bisokop denganku malam ini?)

Carlos : “Tomorrow I have a semantics exam”

(besok saya ada ujian semantik)

Makna kalimat Ana dan Carlos cukup jelas. Namun demikian, apa maksud perkataan Carlos kepada Ana? Jawaban Carlos tidak sekedar memberi tahu bahwa besok ia akan melakukan ujiian semantik, tetapi lebih dari itu mengandung maksud bahwa Carlos ingin Ana memahani dirinya bahwa ia tidak bisa pergi bersama Ana. Perkataan Carlos, secara tidak langsung, kepada Ana mengandung makna yang sangat ditentukan oleh konteks ujaran. Dalam pragmatik, hal ini juga biasa disebut dengan conversational implicature.

Jika dicermati dengan seksama, pemilihan kata yang digunakan oleh Ana dan Carlos juga menunjukkan jarak antara Ana dan Carlos. Penggunaan would you like adalah bentuk ujaran permintaan yang sangat sopan dalam bahasa Inggris. Hal ini dapat kita lihat bahwa jarak antara penutur (Ana) dan petutur (Carlos) (peserta tutur) tidak terlalu dekat. Variasi lain, dari would you like adalah:

Would you mind… (apakah Anda keberatan…)

Do you mind… (apa engkau keberatan)

Can you…(bisakah kamu…)

Will you…(maukah kamu…)

Makna yang dapat dikaji di sini adalah jarak antara penutur dan peserta tutur. Ana akan menggunakan can you.. atau will you… jika jarak atau status dengan Carlos dekat. Hal inilah yang dikaji dalam sosiolinguistik. Sosiolinguistik mengkaji penggunaan bahasa dalam kaitannya dengan sosial masyarakat. Sosial masyarakat tersebut dapat meliputi status sosial, jarak sosial, dan kekuasaan. Sosiolinguistik mengkaji variasi-variasi bahasa dalam masyarakat. Untuk mengungkapkan hal yang sama, seseorang menggunakan pilihan bahasa yang berbeda. Dari variasi-variasi bahasa inilah kita bisa mengetahui adanya status sosial yang berbeda dalam masyarakat, jarak sosial, pihak yang superior dan yang inferior dan gejala-gejala kemasyarakatan lainnya yang tercermin dalam variasi-variasi bahasa tersebut.

Artikel Lainnya

التَّعَارَفُ Ta’a:ruf (Berkenalan dengan bahasa Arab bagian 2)
Perbedaan Ragam Formal dan Informal Bahasa Indonesia Dilihat dari Sisi Linguistik
KONBA (konjugasi verba) bahasa Perancis
Interjections
Whereas
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi