Figurative Language (Bahasa Kiasan)
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 17/11/2018 edited 10/01/2019

Figurative Language (Bahasa kiasan)

Bahasa Figuratif adalah bahasa yang menggunakan kiasan, bukan menggunakan makna literal (harfiah). Oleh karena itu, makna di dalam bahasa figuratif tidak seutuhnya tercermin dari kata-kata yang menyusunnya. Bahasa figuratif memiliki beberapa bentuk, seperti metafora, simile, personifikasi, hiperbola, idiom, dan eufemisme.

a. Metafora

Metafora adalah membandingkan suatu entitas dengan entitas lain, biasanya entitas yang abstrak dibandingkan dengan entitas yang nyata.

a. Waktu adalah uang

b. Keluarga adalah harta termahal

2. Simile

Simile mirip dengan metafora, tetapi menggunakan perbandingan langsung biasanya dengan menggunakan bagaikan, seperti, dst.

a. Bagaikan pinang dibelah dua

b. Dia manis seperti kucing

3. Personifikasi

Personifikasi adalah menganggap benda/makhluk selain manusia seperti memiliki perilaku manusia.

a. Daun-daun menari sepanjang hari.

b. Angin berbisik lirih

4. Hiperbola

Hiperbola adalah melebih-lebihkan sebuah pernyataan untuk menghasilkan efek tertentu

a. Tangisnya menganak sungai.

b. Air matanya menenggelamkan keluarganya.

5. Idiom

Idiom adalah kata atau sekelompok kata yang maknanya tidak tercermin dari kata-kata yang menyusunnya.

a. Hati-hati dia orang yang panjang tangan (suka mencuri).

b. Saya tidak suka orang yang besar kepala (sombong).

6. Eufemisme

Eufemisme adalah penghalusan kata atau kalimat dengan memilih kata-kata yang memiliki makna konotatif positif.

Baca Juga : Perbedaan Frasa, Kata Majemuk, Idiom, dan Kolokasi

a. Para tuna wisma diberi pekerjaan oleh pemerintah (bandingkan dengan gelandangan)

b. Jakarta membutuhkan banyak asisten rumah tangga. (bandingkan dengan pembantu rumah tangga)