Ought to atau Should?
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 21/10/2018 edited 22/10/2018

Ought to bisa dibilang sebagai semi modal dalam bahasa Inggris. Mengapa? Dalam beberapa hal bentuknya sama seperti modal yang tidak terpengaruh oleh subjek kalimat. Subjek jamak atau tunggal tetap menggunakan ought to bukan oughts to. Akan tetapi, modal umumnya tidak bisa diikuti oleh to, tetapi ough to bentuknya sudah diikuti to. Secara literal ough to artinya adalah 'seharusnya'

a. I ought to come home now.

(saya seharusnya pulang sekarang)

b. I ought to study English tonight.

(saya seharussnya belajar bahasa Inggris malam ini)

Bentuk negatif dari ought to adalah ought not to bukan don't, doesn't, ataupun didn't.

Baca Juga : Shall dan Should

a. I take an umbrella so I ought not to get wet.

(saya membawa payung sehingga saya seharusnya tidak basah)

b. My father ought not to be home by ten o'clock.

(ayah saya tidak seharusnya di rumah pukul sepuluh)

Bentuk kalimat pertanyaan adalah ought + subjek + to + verb

a. Ought she to take an umbrella?

(haruskah dia membawa payung?)

b. Ought she to study English?

(haruskah dia belajar bahasa Inggris?)

Sekilas jika diperhatikan ought to artinya adalah sama dengan should. Lantas apa perbedaan antara should dan ought to? Keduanya artinya sama termasuk cara penggunaannya. Hanya saja ought to dirasa lebih formal dibanding dengan should. Should lebih umum digunakan dibanding dengan ought to. Namun keduanya artinya tetap sama, yaitu 'seharusnya'