Contoh Kalimat konotasi dan Denotasi dalam Bahasa Indonesia
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 16/10/2018 edited 15/11/2018

Makna denotasi adalah makna harifah yang sebenarnya dari suatu kata. Makna konotasi adalah makna tambahan atau makna yang berhubungan dengan nilai rasa. Misalnya, seorang wanita memiliki makna denotasi sebagai makhluk hidup yang bisa hamil, memiliki payudara, di mana kebalikannya dari laki-laki. Dalam diri seorang wanita, terdapat ciri-ciri tambahan yang melekat, misalnya wanita dikenal cengeng, ribet, dan selalu benar. Cengeng, ribet, lama, inilah makna konotasi dari wanita. Misalnya, 'kamu kayak wanita saja kalau mandi' makna wanita di sini bukan menunjukkan wanita yang sebenarnya, tetapi maksudnya adalah 'lama'. Makna konotasi ini umumnya dipandang sudah menjadi kesepakatan masyarakat masing-masing. Jadi masing-masing daerah bisa berbeda makna konotasinya. Berikut ini contoh-contoh kalimat denotasi dan konotasi di dalam bahasa Indonesia:

  1. kalimat denotasi: Budi memakan apel.

Kalimat konotasi: : kecelakaan di jalan tol telah memakan banyak korban. (memakan: mengakibatkan)

  1. kalimat denotasi: Dia suka baju berwarna hitam.

Kalimat konotasi: : Dia tidak suka kampanye hitam. (kampanye hitam: kampanye jahat)

  1. kalimat denotasi: Budi memiliki tangan yang panjang.

Kalimat konotasi: Temannya ternyata seseorang yang panjang tangan. (panjang tangan: suka mencuri)

  1. kalimat denotasi: Kepalanya sangat besar.

Kalimat konotasi: Saya tidak suka orang yang besar kepala. (besar kepala: sombong)

  1. kalimat denotasi: Sudah saatnya meja dicat hijau lagi.

Kalimat konotasi: Para koruptor dibawa ke meja hijau. (meja hijau: pengadilan)

  1. kalimat denotasi: buah mangga harganya mahal di Jakarta.

Kalimat konotasi: Kalau ke Jakarta jangan lupa bawa buah tangan. (buah tangan: oleh-oleh)

  1. kalimat denotasi: Karena tidak punya uang, ia makan garam dan nasi saja.

Kalimat konotasi: Taufik Hidayat sudah banyak makan garam bulutangkis. (makan garam: berpengalaman)

  1. kalimat denotasi: Benang merah di toko habis.

Kalimat konotasi: Sudah terlihat benang merah dari masalah ini. (benang merah: pokok masalah)

  1. kalimat denotasi: Saya lebih suka kambing hitam dibanding kambing putih.

Kalimat konotasi: Dia dituduh sebagai kambing hitam masalah proyek mangkrak tersebut. (kambing hitam: orang yang disalahkan)

  1. kalimat denotasi: Cuci tanganmu sebelum makan.

Kalimat konotasi: Tidak ingin dipenjara, dia cuci tangan dari masalah ini. (cuci tangan: lepas tanggungjawab)