Ciri Kalimat Efektif
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 14/09/2018 edited 17/11/2018

Ciri Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan maksud yang diharapkan oleh penulis dan tidak mengandung maksud yang taksa atau rumpang. Artinya, kalimat yang dipilih penulis harus dapat digunakan untuk mengungkapkan gagasan, maksud, atau informasi secara lugas dan utuh. Salah satu makna leksikal dari efektif di dalam KBBI adalah membawa pengaruh. Oleh karena itu, sebuah kalimat efektif mampu membawa pengaruh pada pembacanya.

Baca Juga : Kalimat Ajakan Bahasa Korea

Adapun ciri-ciri kalimat efektif adalah setidaknya memenuhi syarat (1) kelugasan, (2) ketepatan, (3) kejelasan, (4) kehematan, dan (5) kesejajaran. Lantas bagaimana penjelasan dari masing-masing ciri tersebut?

A. KELUGASAN

Kelugasan artinya adalah kalimat harus to the point; langsung ke pokok-pokoknya saja. Artinya sebuah kalimat efektif tidak boleh berbelit-belit dan berputar-putar tidak jelas. Perhatikan contoh kalimat yang tidak efektif di bawah ini:

*Seiring meningkatnya permintaan terhadap produk ayam dalam negeri, mau tidak mau memaksa peternak ayam menambah produksinya dan lebih meningkatkan mutu daging ayam itu sendiri.

Kalimat di atas akan menjadi efektif dengan cara penghilangan frasa mau tidak mau dan sendiri, sehingga menjadi:

Seiring meningkatnya permintaan terhadap produk ayam dalam negeri, memaksa peternak ayam menambah produksinya dan lebih meningkatkan mutu daging ayam.

B. KETEPATAN

Ketepatan artinya kalimat harus tepat sasaran atas maksud yang ingin disampaikan. Dengan kata lain, sebuah kalimat dikatakan efektif jika tidak mengandung makna yang multitafsir atau taksa, sehingga membingungkan pembaca atau pendengar.

Kalimat tidak efektif:

*Rumah bupati yang besar itu dijual dengan harga murah.

Kalimat di atas tidak efektif karena memiliki maksud yang multitafsir, misalnya apakah yang besar adalah bupatinya atau rumahnya yang besar?

Kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat yang maksudnya tepat sasaran berikut ini:

a. Rumah yang besar milik bupati itu dijual dengan harga murah.

b. Rumah besar milik bupati itu dijual dengan harga murah.

c. Bupati yang besar itu menjual rumahnya dengan harga murah.

d. Bupati itu memiliki rumah yang besar yang akan dijual dengan harga murah.

C. KEJELASAN

Kejelasan adalah kalimat tersebut harus jelas struktur dan unsur-unsurnya. Perhatikan contohnya di bawah ini:

*Berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa dalam menjalankan promosi memiliki pengaruh terhadap penjualan.

Sekilas kalimat tersebut dapat dimengerti maksudnya, tetapi jika kita cermati betul struktur kalimatnya berupa subjek, predikat, dan keterangan tidak jelas. Frasa berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan itu berfungsi sebagai keterangan (K), dapat diketahui berfungsi sebagai predikat (P), dan bahwa dalam menjalankan promosi memiliki pengaruh terhadap penjualan merupakan klausa subordinatif yang berfungsi sebagai subjek (S) sehingga struktur kalimat tersebut adalah K-P-S (variasi dari S-P-K).

Struktur jenis ini terdapat dalam tipe kalimat dasar bahasa Indonesia. Namun, di dalam subjek yang berupa klausa subordinatif itu tidak lengkap unsur-unsurnya, yaitu dalam menjalankan promosi adalah sebagai keterangan, memiliki adalah predikat, dan pengaruh terhadap penjualan adalah objek sehingga struktur klausa subordinatif tersebut adalah K-P-O yang ternyata semua berada di bawah kendali bahwa. Dengan demikian, sebenarnya secara keseluruhan struktur kalimat tersebut adalah (K-P-S-{K-P-O}).

Kalimat di atas dapat diubah menjadi kalimat efektif di bawah ini:

Berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa promosi

memiliki pengaruh terhadap penjualan. (K-P-S-{S-P-O}).

Untuk menghindari penggunaan struktur yang tidak jelas, kita bisa akali dengan cara menghindari struktur kalimat yang menggunakan konjungsi subordinatif berikut ini:

jika …, maka ….

kalau …, maka ….

karena …, maka ….

walaupun …, tetapi ….

walaupun …, namun ….

meskipun …, tetapi ….

meskipun …, namun ….

Pada struktur konjungsi di atas lebih baik, konjungsi kedua (yang tebal) dihilangkan saja.

D. KEHEMATAN

informasi yang akan disampaikan dalam kalimat itu harus cermat, tidak boros, dan perlu kehati-hatian. Untuk itu, tipsnya adalah perlu dihindari bentuk-bentuk yang bersinonim.

Baca Juga : Kalimat Larangan Bahasa Korea

*Gaji karyawan yang telah diangkat oleh yayasan digaji berdasarkan perjanjian kerja yang telah ditandatangani sebelumnya.

Terdapat pengulangan makna yang mirip maknanya yaitu gaji dan digaji. Kalimat tersebut akan menjadi efektif jika diubah menjadi:

(a) Gaji karyawan yang telah diangkat oleh yayasan dibayarkan berdasarkan perjanjian kerja yang telah ditandatangani sebelumnya.

(b) Karyawan yang telah diangkat oleh yayasan digaji berdasarkan perjanjian kerja yang telah ditandatangani sebelumnya.

D. KESEJAJARAN

Kesejajaran adalah struktur yang digunakan dalam kalimat harus paralel, sama, atau sederajat. Kesejajaran terutama terletak pada penggunaan imbuhan dan pada klausa-klausa yang menjadi pengisi dalam kalimat majemuk. Cermatilah kalimat berikut.

Novel itu dibuat oleh Tere Liye dan Gramedia yang menerbitkannya.

Kalimat di atas tidak efektif karena dan adalah konjungsi koordinatif yang mensyaratkan struktur klausa yang digabung harus sama. Kalimat tersebut akan menjadi kalimat efektif jika diubah menjadi:

a. Novel itu dibuat oleh Badan Bahasa dan diterbitkan oleh Gramedia. (S-P-Pel dan S-P-Pel)

b. Tere Lite yang membuat novel itu dan Gramedia yang menerbitkannya. (P-S dan P-S)

c. Yang membuat novel itu Tere Liye dan yang menerbitkannya Gramedia. (S-P dan S-P)