Perbedaan Semantic Preference dan Semantic Prosody
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 27/03/2018 edited 16/04/2018

1. SEMANTIK PREFERENSI

Semantic preference adalah sebuah fenomena kecenderungan sebuah kata berkolokasi dengan kata yang lain dalam frekuensi yang tinggi dan umumnya terjadi dengan set leksikal yang bermuatan positif atau bermuatan negatif. Sebagai contoh kata happen dalam bahasa Inggris memiliki semantic preferensi yang negative karena umumnya selalu berkolokasi dengan kata yang memiliki medan makna negatif seperti happen accident. Contoh lainnya perhatikan tabel di bawah ini:

Hal yang perlu diperhatikan adalah

  1. Semantik preferensi sangat tergantung pada konteks register atau domain apa yang digunakan. Kata yang sama dengan register yang berbeda bisa saja menghasilkan semantik preferensi yang berbeda, misalnya pada register A bermuatan positif dan pada register B bermuatan negatif.

  2. Semantik preferensi berkaitan dengan koligasi. Sebagai contoh the sheer of (frasa kata benda) selalu berhubungan dengan ukuran besar, berat, atau volume. Hal yang perlu diperhatikan juga kelas kata juga mempengaruhi semantic preferensi, misalnya verba erupt berkaitan dengan fenomena manusia, sedangkan nomina erupt berkaitan dengan fenomena geologi.

2. SEMANTIK PROSODI

Semantic prosodi adalah nilai konotatif kata yang dihasilkan dari semantik preferensi. Menurut Hunston (1995: 137) "the 'neutral'words themselves carry 'implied meanings' and 'connotations". Makna konotatif tersebut terjadi secara konsisten seperti yang diungkapkan oleh Louw (1993: 157) "a consistent aura of meaning".

Hal yang perlu diperhatikan adalah sebuah kata yang memiliki semantif preferensi yang negatif belum tentu bersemantik prosodi yang negative pula (meskipun umumnya negatif). Begitu juga sebaliknya, kata yang memiliki semantic preferensi yang positif tidak menjamin memiliki semantic prosodi yang positif juga. Sebagai contoh verba tackle memiliki semantik preferensi yang negative berhubungan dengan difficult problem dan task. Akan tetapi, makna semantic prosodi dari verba tackle tidak memiliki konotasi negative (Jikapun ada malah memiliki semantic prosodi yang positif, yaitu to tackle problem).

Penjelasan Sinclair berikut ini saya rasa sangat penting:

All of this is its semantic prosody (not simply the expression of emotion, but the expression of a particular emotion at the refusal of some obstacle to move despite pressure being applied ). The term semantic prosody in this sense refers to the complex attitudinal and/or functional meaning of lexical items: "It [semantic prosody] expresses something close to the 'function' of the item – it shows how the rest of the item is to be interpreted functionally" (Sinclair 2004b:34). Semantic prosody refers to attitudinal meanings of all kinds, not just positive and negative evaluative meanings (as becomes apparent by Sinclair's various examples of semantic prosody, e.g. a prosody of 'informal invitation'), and is, despite its name, "on the pragmatic side of the semantics/pragmatics continuum" (Sinclair 2004b: 34)

Sebagai penutup, semantic preferensi berkaitan dengan kolokasi dengan item leksikal yang positif atau negaif, sedangkan semantic prosodi merujuk pada makna konotatif yang muncul dari bentuk kolokasi tersebut.