Kaidah Nasalisasi: Pengrajin atau Perajin yang Benar?

Ditulis oleh Aan Setyawan

Ditemuakan dua variasi ini dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada orang yang melakukan pekerjaan kerajinan tangan. Berikut contoh penggunaan kedua kata tersebut yang saya temukan dengan google search:

Baca Juga : Manakah yang Benar: Tampak atau Nampak?

1. Bahan bakar temuannya juga berguna untuk membantu perajin batik dalam mendapatkan pengganti minyak tanah murah dengan harga yang terjangkau

2. Pimpinan PT Surga itu berjanji, sekitar 23% dari total penghuni lingkungan industri kecil itu nanti diprioritaskan bagi perajin-perajin lokal.

3. Dalam akun tersebut, disebutkan bahwa pengrajin superhero gatot kaca adalah anak SMK Setempat.

4. Yuk kenalan dengan 5 pengrajin lokal di Blibli.com berikut ini!

KBBI daring (21-3-2018) menjelaskan kata perajin sebagai berikut:

rajin »

pe.ra.jin

  1. n orang yang bersifat rajin: para perajin itu bekerja keras meningkatkan hasil kerjanya
  2. n sesuatu yang mendorong untuk menjadi rajin: perusahaan memberikan hadiah lebaran satu bulan gaji sebagai perajin pegawai
  3. n orang yang pekerjaannya (profesinya) membuat barang kerajinan

Sedangkan dalam KBBI daring pengrajin maknanya adalah perajin. Dengan demikian, menurut KBBI kata yang tepat menurut mereka adalah perajin, bukan pengrajin.

Kaidah nasalisasi

Mengapa Badan Bahasa memilih perajin? Jawabanya adalah kemungkinan mereka menggunakan kaidah nasalisasi. Apa itu kaidah nasalisasi? Kaidah nasalisasi adalah kaidah perubahan bunyi menjadi bunyi nasal/sengau. Contoh kaidah nasaliasai dalam kata: nikah - menikah, ompol – mengompol dan sapu - menyapu (konsonan /s/ luluh), populer - memopulerkan (konsonan /p/ luluh).

Baca Juga : Dimungkiri, Dipungkiri, atau Diungkiri: Manakah yang Benar?

Bunyi [r] dalam bahasa Indonesia umumnya tidak mengalami nasalisasi ketika mendapat imbuhan meN dan peN, misalnya perawat bukan pengrawat dan merangkum bukan mengrangkum. Dengan kaidah nasalisasi ini, maka perajin dianggap lebih tepat jika dibandingkan dengan pengrajin.

Pengrajin* atau Perajin?

Jika dilihat dari kaidah nasalisasi memanglah terlihat tepat menggunakan perajin. Akan tetapi, jika dilihat dari makna imbuhan peN adalah menyatakan pelaku, contoh penulis, penari, dan pencuri maka perajin adalah orang yang rajin. Oleh karena itu, sebenarnya menurut hemat saya, yang tepat adalah pengrajin dengan dasar peN + kerajinan dimana bunyi [k] luluh mengalami nasalisasi menjadi pengrajin. Jadi nasaisasinya bukan terletak pada peN + rajin. Dengan demikian, bentuk kata pengrajin dan perajin seharusnya memiliki makna yang berbeda jika ditinjau dari makna imbuhan dan kata dasar yang membentuknya.