Penulisan Partikel Pun yang Benar dalam Bahasa Indonesia
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 07/03/2018 edited 02/12/2018

Salah satu bentuk kesalahan penulisan yang terjadi pada pengguna bahasa Indonesia adalah penulisan partikel pun. Hal ini disebabkan penulisan partikel pun dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu penulisan partikel pun yang dipisah dari kata yang mendahuluinnya dan penulisan partikel pun yang digandeng dengan kata yang mendahuluinnya. Berikut ringkasannya.

1. Partikel pun yang ditulis terpisah

Kalimat yang menggunakan partikel pun dengan terpisah dari kata yang mendahuluinya terjadi jika partikel pun tersebut bersinonim dengan kata 'juga', sebagai contoh peratikan di bawah ini:

a. Dosen saya makan durian. Saya pun makan durian.

b. Anton diundang, saya pun diundang.

c. Gubernur juga bernyanyi. Bupati pun bernyanyi.

Selain yang bermakna juga, partikel pun juga ditulis terpisah jika menyatakan perlawanan. Kita bisa mengetesnya dengan mengganti partikel pun tersebut dengan meskipun, biarpun, dan sungguhpun. Perhatikan contohnya di bawah ini:

a. Dibujuk pun dia pasti tidak akan mau.

Biarpun dibujuk, dia pasti tidak akan mau.

b. Diberi pun saya tak sudi.

Sungguhpun diberi, saya tak sudi.

b. Partikel pun yang ditulis digandeng

Partikel pun yang ditulis digandeng merupakan kata-kata yang dianggap sebagai satu kata. Kata-kata tersebut adalah adapun, andaipun, kalaupun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun.

a. Meskipun hujan, saya akan tetap dating

b. Kalaupun dia juara, dia tidak mendapatkan uang

c. Adapun penyebabnya belum diketahui