Go

Acuh dan Usah: Fenomena Kata yang Memiliki Makna yang Sama dengan Bentuk Negasinya

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 12th at 10:40pm
Share :

Beberapa kata dalam bahasa Indonesia sebenarnya memiliki salah satu maka, apakah negatif atau makna positif. Akan tetapi, dalam penggunaanya seringkali bentuk negasi dan bukan bentuk negasinya memiliki arti sama. Hal ini tercermin dalam kata usah dan acuh dalam bahasa Indonesia.

1. Usah

Usah dalam kamus diartikan dengan 'perlu', jadi tak usah memiliki arti 'tak perlu'. Namun demikian, dalam penggunaanya kata usah dan kata tak usah memiliki makna yang sama, yaitu tidak perlu. Perhatikan contohnya dalam kalimat ini:

a.Usah kau kenang lagi.

b. Usahlah repot-repot!

Jika diartikan secara leksikal per kata, maka maknanya adalah:

a. Perlu kau kenang lagi.

b. Perlu repot-repot.

Padahal bentuk yang benar tentunya adalah:

a. Tak u__sah kau kenang lagi.

b. Tak usahlah repot-repot!

Memang dalam ragam informal, seringkali terjadi pemendekan atau penghilangan unsur-unsur bahasa lainnya. Hal ini juga tercermin pada kata acan dan teu acan dalam bahasa Sunda yang artinya sama-sama belum.

2. Acuh

Di dalam kamus, acuh bersinonim dengan peduli. Akan tetapi, dalam penggunaanya bentuk positif dari acuh, memiliki makna yang sama dengan bentuk negasi dari kata acuh, yaitu tak acuh. Perhatikan contohnya di bawah ini:

a. Dia acuh sekali denganku, seharusnya bermakna 'dia peduli sekali denganku'. Akan tetapi dalam penggunaanya, maknanya adalah 'dia sangat tidak peduli denganku'.

b. Aku diacuhkan olehnya, seharusnya bermakna 'aku dipedulikan olehnya'. Akan tetapi, dalam penggunaanya, maknanya bergeser menjadi 'aku tidak dipedulikan olehnya'

Artikel Lainnya

Clause
Perbedaan Participle, Gerund, dan to Infinitive
Perbedaan Semantic Preference dan Semantic Prosody
Preposition of Manner
Idiom yang Berhubungan dengan Langit
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi