Shortcut
Social media
Contact information
Alamat

Jl Sharon Raya Utara No 29, Bandung - Indonesia

Email

admin@belajarbahasa.id

Telepon

+22 724 1234 567

Pengertian, Ciri, dan Jenis-Jenis Idiom

Published 30/10/2017 Last updated 12/12/2017
  1. Definisi Idiom

Cruse (1986:37) menyatakan " An idiom is an expression whose meaning cannot be inferred from the meanings of its parts."

Menurut Saussure (1916, terjemahan Rahayu Hidayat, 1988:221) "idiom adalah ungkapan beku yang tidak dapat diubah oleh adat bahasa dan menimbulkan makna khas".

Baca Juga : 25 Idiom Bahasa Inggris ini Akan Membuatmu Terlihat Lebih Mahir Berbahasa Inggris

Cruse menyatakan bahwa idiom merupakan sebuah fenomena menarik. Karena meskipun terdiri dari lebih dari satu kata, idiom menunjukan kohesi internal yang memiliki arti sebagai satu kesatuan.

Contoh:

  • Buah Tangan
  • Tinggi Hati

Meski terbentuk dari dua kata yang berbeda, tapi rangkaian kata-kata tersebut melambangkan satu referen. Konstituen buah tangan tidak menunjuk referen buah dan tangan, begitupun dengan tinggi dan hati. Makna dari rangkaian kata tersebut menunjuan sebuah referen

  • Buah tangan: Barang yang dibawa dari tempat berpergian untuk dihadiahkan kepada orang lain
  • Tinggi hati: karakter manusia yang sombong atau angkuh

Rangkaian kata tersebut memiliki ciri sebagai sebuah kata yang disebut dengan idiom. Hal ini menunjukan bahwa dua contoh di atas merupakan satuan leksikal, Menurut Rahyono (2011).

Contoh lain:

  • Nurul membanting tulang sapi yang ada di dapur untuk mengeluarkan sumsumnya.

Gabungan kata pada kalimat ini bukanlah sebagai idiom karena membentuk makna sesungguhnya yaitu kegiatan membanting tulang dan setiap kata mewakili referen asalnya

  • --Nurin membanting tulang untuk menghidupi semua anggota keluarganya.

Gabungan kata pada kalimat ini berkedudukan sebagai idiom yang memiliki makna bekerja keras yang terpish dari arti referen asalnya.

Naik dan darah memiliki makna leksikal tersendiri yang berbeda yang tidak tergantung pada konteksnya. Naik merupakan konstituen semantis minimal, dan darah merupakan konstituen semantis minimal.

Namun dua kata tersebut dapat berubah status dalam kalimat berikut:

  • Pak Anto naik darah setelah melihat temannya merusak telepon genggamnya.

Kata naik darah bukan lagi memiliki arti semantis sendiri-sendiri. Tapi memiliki makna baru berarti marah yang secara sintagmatis dibentuk oleh dua konstituen semantis minimal. Oleh karena kata-kata tersebut merupakan suatu kesatuan dan memiliki sebuah referen, kedua kata tersebut tidak dapat disisipi konstituen lain tanpa mengubah makna.

Ciri-Ciri Konstuksi Idiom

  1. Tidak dapat disisipi oleh konstituen lain, dan tidak dapat diubah posisinya tanpa merubah makna. Jika diubah, kata tersebut tidak lagi merupakan idiom, bahkan bisa jadi tidak bermakna. Menurut Rahyono (2011), Pada idiom tidak terdapat relasi sintagmatis antar konstituen yang merujuk pada makna referensial kata-katanya. Oleh karena itu penambahan konstituen akan mengubah makna idiomatisnya.

  2. Ketakberterimaan apabila mengalami afiksasi. Idiom tidak dapat mengalami perubahan struktural yang mengubah makna idiomatisnya.

  • Ditinggi hati
  • Membuah tangan
  • Berbuah tangan
  1. Perangkat gramatikal idiom tidak dapat diubah

Dalam contoh yang diberikan Cruse, to pull someone's leg yang berarti mempermainkan seseorang. Konstituen semantic pull dan leg tidak boleh diubah, namun kata someone boleh diubah tanpa mengubah maknanya.

  • She pulls her brother's leg

Tidak bisa menjadi:

  • She pull ed her brother's leg.
  • She pulled and twisted her brother's leg.

Palmer (1986: 80) menjelaskan bahwa walaupun secara semantis idiom sama dengan sebuah kata, tetapi idiom tidak berfungsi sebagai sebuah kata. Dengan demikian perubahan grammatikal, baik bentuk lampau, tunggal, jamak, tidak dimiliki oleh idiom.

Contoh:

  • ''spill the bean'' tidak boleh diubah menjadi ''spill the beans'
  • ''red herring'' tidak boleh diubah menjadi''red der herring''
  1. Masing-masing elemen berkedudukan setara dan tidak menjadi fokus topikalisasi. Dan jika dilakukan topikalisasi maka maknanya tidak lagi idiomatis.
  • She pulls her brother's leg
  • It was her brother's leg that she pulled.
  1. Elemen-elemen dalam idiom tidak dapat diganti oleh kata yang bersinonim dengannya.
  • Semua pasien dirawat di rumah sakit
  • Semua pasien dirawat di wisma sakit.

Jadi, idiom memiliki beberapa pembatasan dalam penggunaanya, sehingga biasanya digunakan sebagaimana adanya tanpa mengubahnya. (Palmer, 1981:43)

Degrees of opacity

Cruse menyebut Idiom sebagai non transparent expression atau semantically opaque yang artinya maknanya kabur secara semantis dan tidak transparan seperti yang terdapat dalam contoh-contoh di atas. Ketransparanan ini memiliki tingkatan tersendiri.

Cruse membagi ke dalam dua kelompok yaitu (1) transparent (Jelas terlihat) dan (2) To some degree opaque (Maknanya buram). Begitupun Palmer (1981:80—82 yang menyoroti masalah makna idiom berdasarkan kata yang terdapat dari kata yang membentuk idiom tersebut. Menurutnya, makna idiom dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu (1) Transparent dan (2) opaque yang membuatnya membagi idiom ke dalam dua jenis yaitu (1) idiom sejati (True idiom) (2) Idiom sebagian (semi idiom)

  • Idiom sejati, adalah ungkapan yang maknanya tidak tergambar dari unsur-unsur pembentuknya. Contoh idiom penuh adalah tangan kanan yang mempunyai makna orang kepercayaan, atau buah hati yang mempunyai makna kesayangan. Atau dalam idiom Ngadu angklung dalam bahasa sunda memiliki arti adu omong atau bersaing untuk memenangkan argumentasi.
  • Idiom sebagian, adalah ungkapan yang maknanya masih tergambar dari salah satu unsur pembentuknya. Contoh idiom sebagian adalah kabar burung yang mempunyai makna kabar/berita yang belum pasti kebenarannya.

Interpretasi Idiom

Apakah Idiom sepenuhnya memiliki makna arbitrer dan tidak bisa dipelajari selain melalui hapalan? Sebagian linguis berpendapat demikian, namun menurut, Boers (2008) dalam the Macmillan English Dictionaries, idiom dapat dipelajari dengan cara yang lebih sistematis, selain cara yang telah dipaparkan Cruse (1989) tentang struktur idiom, penelitian yang dilakukan oleh para linguis kognitif menyatakan bahwa idiom yang memiliki fitur non-arbitrer lebih mudah dipelajari dan diingat, fitur tersebut biasanya bersifat metaforis dan tercermin dalam penggunaannya. Disarikan dari Abbas (2009) dalam Jurnal Body Parts Idiom dan Boers (2008), idiom dapat dijelaskan dalam konseptual yang bisa dibagi menjadi tiga kognitif strategi:

  1. Metafora Konseptual, mengacu pada alat kognitif yang menghubungkan dunia nyata/konkret dengan dunia yang ada dalam pikiran manusia dan arti figuratif dari suatu idiom. Maksudnya adalah bahwa manusia memiliki area abstrak dalam pikiran yang harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Idiom inilah yang merupakan hasil dari sistem konseptual dalam pikiran kita. Idiom mungkin sulit diterjemahkan, namun apabila kita mengetahui metafora konseptual yang melatarbelakangi idiom tersebut, kita semakin dekat dengan pemahaman makna idiom itu sebenarnya.
  2. Pengetahuan Umum, mengacu pada seluruh informasi yang dimiliki manusia terhadap dunia di sekitarnya. Biasanya proses ini merupakan proses bawah sadar. Meski ada beberapa idiom yang berbeda dari arti kata yang dibawanya, biasanya hal itu mewakili sistem konseptual dalam pikiran. Hal ini terlihat dari orang yang memiliki pengalaman, budaya, tradisi, kisah yang sama dapat mengerti dan dapat menginterpretasikan idiom dengan mudah, dbandingkan kelompok manusia yang lain yang tidak memiliki budaya dan pengalaman yang sama.
  3. Konteks, Faktor lain yang sangat membantu untuk mengetahui arti idiom adalah konteks yang mengacu pada common sense yang mengelilingi co-text.

Contoh dalam idiom: Kick the bucket yang berarti literal sebagai "menendang ember" memiliki makna idiomatik sebagai "Mati"

Lantas bagaimana kita menebak kalimat tersebut memiliki arti literal atau idiomatik? Dalam hal ini, konteks diberlakukan. + (Marah dan menendang ember)

  • Why did you kick the bucket?

Makna kick the bucket dalam kalimat tersebut adalah menendang ember karena marah.

0 Komentar

Join Discussion
You need login first to comment.

Contact us

  • Jl Sharon Raya Utara No 29, Bandung - Indonesia
  • Phone: +62 22 8752 8039
  • Email: admin@belajarbahasa.id
  • Tempat yang baik untuk belajar bahasa

Mailing list

Sign up if you would like to receive occasional treats from us.

Tentang Kami

Belajar bahasa adalah situs pembelajaran bahasa. Kamu disini dapat memilih kelas yang ada sesuai dengan preferensi.

Try it now