Kalimat Simpleks, Kompleks, Majemuk, dan Majemuk Kompleks
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 06/06/2017 edited 17/08/2017

A. Kalimat Simpleks

Kalimat simpleks adalah tipe kalimat yang hanya terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Dengan kata lain, kalimat simpleks merupakan kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa. Karena hanya terdiri dari satu predikat, sudah barang tentu kalimat simpleks hanya memberikan satu informasi. Oleh karena itu, kalimat simpleks juga bisa disebut dengan kalimat tunggal. Perhatikan contoh kalimat simpleks di bawah ini:

  1. Bapak itu dokter bedah. [S,P]
  2. Mereka membuat roti [S,P,O]
  3. Kepandaian Winda sudah diakui teman-temannya [S,P,Pel]
  4. Kami berangkat pagi [S,P,K]
  5. Diam! [P]

Kelima contoh kalimat tersebut adalah kalimat simpleks karena hanya ada satu predikat dan satu subjek. Pada contoh kalimat imperatif, umumnya subjeknya tidak ditampakan. Pada kalimat "diam!", bentuk lengkapnya adalah "kamu diam!"

B. Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks juga sering disebut dengan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat kompleks terdiri dari dua klausa, yaitu klausa utama yang disebut dengan induk kalimat (inti kalimat) dan klausa penghubung yang disebut dengan anak kalimat. Klausa utama bisa berdiri sendiri sebagai kalimat, sedangkan klausa penghubung tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat karena pada umumnya mereka berfungsi sebagai keterangan kalimat, contoh kalimat kompleks:

  1. Saya tidak berangkat ke sekolah karena hujan.
  2. Dia tidak kaya semenjak kecil.
  3. Saya menilai dia orang yang baik.

Kalimat yang dicetak tebal adalah klausa utama/kalimat inti. Sedangkan kalimat yang diawali dengan kata hubung adalah klausa penghubung. "Karena hujan, semenjak kecil, orang yang baik" adalah contoh klausa penghubung dan mereka tidak bisa berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat. Hal ini berbeda dengan kalimat yang dicetak tebal dimana bisa menjadi kalimat sendiri. Kalimat kompleks dapat kita identifikasikan dengan adanya dua klausa yang menggunakan kata hubung seperti:

sejak, semenjak

ketika, sambil, selama

setelah, sebelum, sehabis, selesai

asalkan, apabila, jika, jikalau, manakala, tatkala

seandainya, seumpama

agar, supaya

walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun,

sehingga, sampai, maka

dengan, tanpa

yang,

bahwa

C. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa utama yang digabungkan sehingga masing-masing klausa tersebut bisa menjadi kalimat sendiri-sendiri jika dipecah. Perhatikan contoh kalimat majemuk di bawah ini:

a. Saya membeli sayur dan ibu membeli roti.

Klausa utama 1: Saya membeli sayur.

Klausa utama 2: Ibu membeli roti.

b. Ayah memakan kolak, tetapi adik memakan es campur.

Klausa utama 1: Ayah memakan kolak.

Klausa utama 2: Adik memesan es campur.

c. Mahasiswa dilarang makan atau minum di dalam kelas.

Klausa utama 1: Mahasiswa dilarang makan di dalam kelas.

Klausa utama 2: Mahasiswa dilarang minum di dalam kelas.

Kata hubung atau konjungsi yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk adalah dan, tetapi, atau, sedangkan, serta

D. Kalimat Majemuk Kompleks

Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat yang terdiri dari tiga atau lebih klausa dengan komposisi dua klausa adalah klausa utama dan satunya adalah klausa penghubung. Perhatikan contoh kalimat majemuk kompleks di bawah ini:

a. Ibu sedang menulis surat dan ayah sedang mencuci mobil ketika tsunami melanda kota Aceh.

Klausa utama 1: ibu sedang menulis surat

Klausa utama 2: ayah sedang mencuci mobil

Klausa penghubung: ketika tsunami melanda kota Aceh.

b. Jika uang THR turun, ibu akan membelikan saya sepatu, sedankan ayah akan membelikan sarung.

Klausa utama 1: ibu akan membelikan saya sepatu.

Klausa utama 2: ayah akan membelikan sarung.

E. Catatan Penting

  1. Ciri klausa utama adalah bisa menjadi kalimat mandiri ; berdiri sendiri.

  2. Ciri klausa penghubung adalah diawali dengan tanda hubung seperti meskipun, tetapi, ketika, dll dan tidak bisa menjadi kalimat mandiri.