Watch on TV or Watch in TV: Mengupas Penyebab Kesalahan Penggunaan Preposisi dalam Bahasa Inggris
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 17/05/2017 edited 25/11/2017

Salah satu kesalahan pembelajar bahasa Inggris adalah meletakan preposisi setelah kata kerja atau justru tidak menggunakan preposisi yang seharusnya menggunakan preposisi. Mungkin secara menyeluruh arti pada suatu kalimat bisa kita pahami, tetapi bagi pengguna bahasa Inggris tentu akan tertawa atau merasa geli. Sama halnya jika para bule yang sedang belajar bahasa indonesia juga banyak yang melakukan kesalahan penggunaan preposisi, misalnya:

a. Anak-anak berlari kepada pantai.

b. Anak-anak berlari ke pantai.

Preposisi "kepada" dan "ke" memang dapat digunakan untuk menunjukan tujuan. Akan tetapi, rasa-rasanya kita akan tertawa jika mendengarkan seseorang mengatakan "anak-anak berlari kepada pantai". Hal ini dikarenakan preposisi yang menunjukan tujuan tempat adalah menggunakan "ke", sedangkan preposisi "kepada" digunakan untuk tujuan orang, contohnya:

a. Surat tersebut sudah saya serahkan kepada atasanmu.

b. Hanyalah kepada Tuhan kita akan kembali.

Sekarang kita kembali ke permasalahan penggunaan preposisi dalam bahasa Inggris. Saya mengamati, setidaknya ada dua alasan mengapa pembelajar bahasa Inggris sering melakukan penggunaan preposisi.

1. Perbedaan jenis kata

Jenis kata yang saya maksud di sini adalah kategori kata, misalnya "mendengarkan" adalah kata kerja transitif dalam bahasa Indonesia, sedangkan terjemahannya "listen" adalah kata kerja intransitif pada bahasa Inggris. Pada kata kerja intransitif pasti menggunakan preposisi ketika menghubungkan sebuah objek. Sedangkan kata kerja transitif langsung diikuti objek; tidak perlu menggunakan preposisi, contoh:

a. Andi sedang mendengarkan radio.[mendengarkan: transitif]

b. Andi is listening the radio.

b. Andi is listening to the radio. [listen: intransitif]

Perbedaan transitif ataupun intransitif saja bisa membuat kesalahan penggunaan preposisi. Contoh kata kerja yang lainnya misalnya adalah "menunggu" dan "wait". "Menunggu" pada bahasa Indonesia adalah kata kerja transitif, sedangkan dalam bahasa Inggris "wait" adalah intransitif, contoh:

a. Saya menunggu kamu. [transitif]

b. I am waiting you.

c. I am waiting for you. [intransitif]

Oleh karena itu, penguasaan terhadap kelas kata dalam bahasa adalah hal yang sangat penting. Apakah dia sebagai kata benda, sifat, keterangan, dan lainnya. Bahkan sekalipun sudah diketahui misalnya adalah kata kerja, lalu apakah kata kerja tersebut transitif ataukah kata kerja intransitif. Bahkan beberapa orang tidak dapat membedakan kata kerja dan kata benda, akibatnya penggunaan pada kalimat pun menjadi salah, contoh:

a. Although he is clever, he lacks experience.

b. Although he is clever, he lacks of experience.

Lack pada kalimat di atas adalah sebagai kata kerja. Lack adalah kata kerja transitif sehingga tidak memerlukan preposisi saat menghubungkan objek experience. Bandingkan dengan lack di bawah ini yang justru menggunakan preposisi karena berfungsi sebagai kata benda:

a. Her problem is lack of experience.

b. Her problem is lack experience.

Contoh lain dari penggunaan adjective dan preposisi adalah pada kata "menikah". Dalam bahasa Indonesia, "menikah" adalah kata kerja intransitif, sedangkan menikahi adalah kata kerja transitif. Keduanya diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi "marry". Akan tetapi, "marry" juga bisa menjadi kata sifat (married)

a. I married Winda.

b. I am married to Winda.

c. I am married with Winda.

Contoh kalimat di atas adalah penggunaan kelas kata yang berbeda. Married pada (a) adalah kata kerja, sedangkan married pada (b) dan © adalah kata sifat. Married sebagai kata sifat menggunakan to bukan with.

2. Kolokasi bahasa yang berbeda

Apakah sahabat tahu pengertian kolokasi? Secara singkat kolokasi adalah pola penggabungan kata dalam suatu bahasa, misalnya mati listrik bukan meninggal listrik atau tewas listrik. Meskipun secara makna sama, tetapi penggunaan mati, meninggal, dan tewas tidaklah serampangan; tidak bisa digunakan substitusi. Begitu pula pada penggunaan preposisi. Pada akhirnya gejala kolokasi memang dari sananya. Kita sendiri yang harus belajar mengenai hal ini. Sahabat bisa membaca pengertian kolokasi pada artikel ini: klik. Contoh kesalahan preposisi yang sering terjadi adalah:

  • Berbeda dengan = different with = different from
  • Menikah dengan = married with = married to
  • Di malam hari = in the night = at the night
  • Tiba di stasiun = arrive in the station = arrive at the station
  • Selamat datang di Indonesia = welcome in Indonesia = welcome to Indonesia

Pada contoh-contoh di atas, pola preposisi tersebut sudah menjadi kolokasi dalam bahasa Inggris. Sehingga suka tidak suka, kita harus mengikuti dan menghapal pasangan preposisi tersebut.

Tips agar tidak salah menggunakan preposisi

1. Ketahui kelas kata yang digunakan di dalam kalimat; jika kata benda atau kata sifat maka pasti menggunakan preposisi ketika terdapat objek di belakangnya. Akan tetapi, jika kata tersebut kata kerja, maka perlu dicek apakah kata kerja transitif atau kata kerja intransitif.

Baca Juga : Perbedaan Live, Alive, Life, dan Lives

2. Beberapa preposisi memang sudah berkolokasi paten dari sananya, contoh kata kerja yang sudah berkolokasi tetap adalah: