Go

Perbedaan Ragam Formal dan Frozen (Beku) di dalam Bahasa Indonesia

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 12th at 10:35pm
Share :

Ragam bahasa pada dasarnya dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu frozen, formal, konsultatif, kasual, dan intima. Pada artikel ini hanya akan dibahas dua ragam yang cukup tipis perbedaanya, yaitu ragam frozen atau beku dan ragam formal.

A. Ragam Formal

Berita di dalam surat kabar merupakan salah satu contoh ragam formal. Berikut ini akan dipaparkan contoh ragam formal di dalam koran Kompas:

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri, mengatakan, pengamanan selama kegiatan kampanye para calon gubernur dan calon wakil gubernur merupakan tugas polisi. Polisi yang mengetahui proses pengamanan tersebut.

"Itu kan sudah jelas. Orang yang melakukan kampanye itu kan sudah meminta pengamanan, memberikan pemberitahuan bahwa ingin kampanye. Itu (pengamanan) tugas polisi," kata Jufri kepada Kompas.com di Kantor Bawaslu DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara, Kamis (17/11/2016).

Jufri menuturkan, apabila terjadi penghadangan saat kampanye berlangsung, pihak yang berwenang mengamankan adalah aparat kepolisian.

Melihat ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam penggunaan bahasa dalam penulisan berita di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa tersebut menggunakan ragam formal. Adapun ciri-ciri dari teks berita di atas dan sekaligus sebagai ciri-ciri ragam formal, yaitu: (a) Singkat, artinya tidak bertele-tele. (b) Padat, artinya mampu menyampaikan informasi yang lengkap. (c) Sederhana, artinya memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. (d) Lugas, artinya mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung (e) Menarik, artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. (f) Jelas, artinya informasi yang disampaikan dapat dipahami.

B. Ragam Frozen

Ragam frozen adalah ragam bahasa yang sangat formal dan kaku dan tidak boleh sembarangan merubahnya, contohnya terdapat pada UUD

Teks di atas adalah pembukaan dalam UUD 1945. Jika dilihat dengan seksama teks tersebut maka kata-kata yang digunakan merupakan kata-kata yang baku. Jika dikaitkan dengan kategori bahasa maka penggunaan bahasa dalam UUD adalah Frozen, yaitu bahasa baku yang tidak bisa dirubah seenaknya sendiri. bahasa dalam Undang-undang merupakan bahasa baku yang tidak bisa diganti begitu saja. Selain ditemukan dalam teks UUD ragam frozen juga bisa ditemukan dalam lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya.

Artikel Lainnya

Figurative Language (Bahasa Kiasan)
Bagaimana Cara Membaca Angka 0 (nol) dalam Bahasa Inggris?
Rather dan Quite
Perbedaan Antara Sleep dan Asleep
Tenses & Aspect
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi