Kalimat Inversi: Kalimat yang Predikatnya Mendahului Subjek?
Ditulis oleh Aan Setyawan Published 02/09/2016 edited 21/03/2019

A. Pengertian Kalimat Inversi

kalimat inversi adalah kalimat yang susunan subjek dan kata kerja ditukar. Jika di dalam kalimat normal susuananya adalah subjek dan kata kerja diletakan berurutan, namun pada kalimat inversi kata kerja diletakan sebelum subjek. Kalimat inversi sebenarnya bukan hanya terdapat di Bahasa Inggris saja, tetapi di dalam Bahasa Indonesia pun sebenarnya juga ada. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini

a. Kalimat normal: Batya Berangkat ke Singapore.

B. kalimat inversi: Berangkatlah Batya ke Singapore.

Pada kalimat (a) merupakan kalimat normal dimana kata kerja/predikat terletak setelah subjek, sedangkan kalimat (b) merupakan kalimat inversi karena kata kerja atau predikat justru terletak di awal kalimat kemudian baru diikuti oleh subjek.

B. Jenis-jenis kalimat inversi

Ada dua bentuk kalimat inversi di dalam bahasa Inggris, dua bentuk inversi tersebut adalah

  1. Verb + subjek

Kalimat normal: she is a student

Kalimat inversi: is she a student?

Kalimat normal: Earth is small

Kalimat inversi: Is Earth small?

  1. Auxiliary + sebjek + verb

Jika sebuah kalimat mengandung kata kerja bantu/ auxilliary verb dan kata kerja utama/ main verb maka auxiliary verb terletak mendahului main verb

Kalimat normal: I have seldom seen a beautiful flower

Kalimat inversi: Seldom have I seen a beautiful flower. (Subjek I terletak antara have dan kata kerja seen)

Kalimat normal: He knowed little

Kalimat inversi: Little did he know!

C. Kapan kita menggunakan kalimat inversi?

  1. Pada kalimat pertanyaan, misalnya "Do you love me?" (subjek you terletak setelah auxiliary do dan di depan kata kerja love)

  2. Pada kalimat tidak langsung, misalnya “Thank you” said John. (Subjek John terletak setelah kata kerja said, kalimat normalnya adalah John said)

  3. Pada kalimat question tags, misalnya “You are hungry, aren’t you?" (Subjek you terletak setelah are)

  4. Pada kalimat yang menggunakan kata keterangan bermakna negatif yang terletak di awal kalimat, misalnya Never have I seen it. (subjek I terletak setelah have dan seen)

  5. Pada kalimat pengandaian dengan cara mengganti if dengan “had”, “were”, dan “should”, misalnya If I had been there, the car wouldn’t have broken menjadi Had I been there, the car wouldn’t have broken. Contoh lainnya adalah were I you…. (If I were you….).

  6. Kalimat yang diawali dengan “so + adjective….that” misalnya “so handsome was the boy that all women love him” kalimat normalnya adalah the boy was so handsome that all women love him

  7. Kalimat yang diawali dengan keterangan tempat di awal, misalnya “behind the corner came the knights” kalimat normalnya adalah the knights came behind the corner